7 Fakta Sejarah Erupsi Gunung Slamet, Pernah Meletus Besar
Merdeka.com - Gunung Slamet merupakan salah satu dari 129 gunung api aktif yang ada di Indonesia. Gunung dengan tinggi 3.428 Mdpl ini merupakan gunung tertinggi nomor dua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Secara geografis, gunung ini hanya berjarak sekitar 20 km di utara Kota Purwokerto. Wilayahnya menjangkau lima kabupaten sekaligus yaitu, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang.
Dilansir dari Liputan6.com, di masa lampau Gunung Slamet pernah meletus besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan endapan awan panas di Kawasan Guci, Tegal yang berada di sisi utara lereng gunung.
Di samping itu ada pula mitos tentang letusan Gunung Slamet yang mengatakan bahwa, bila gunung itu meletus, Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua. Hal ini tak lepas dari posisi Gunung Slamet yang nyaris berada di tengah-tengah Pulau Jawa. Berikut selengkapnya.
Mitos Soal Letusan Gunung Slamet

Â2019 Merdeka.com/Abdul Aziz
Konon, nama Slamet yang melekat pada Gunung Slamet berasal dari Bahasa Arab yang artinya selamat. Dilansir dari Liputan6.com, tercatat gunung ini tidak pernah memuntahkan amarah. Sehingga dapat dimaknai bahwa nama Slamet menjadi doa sekaligus harapan masyarakat sekitar agar gunung ini selalu bersahabat.
Ukuran gunung yang cukup besar dan posisinya yang berada di tengah Pulau Jawa menciptakan mitos bahwa jika Gunung Slamet meletus, Pulau Jawa terbelah menjadi dua. Hingga kini mitos itu terus dipelihara oleh masyarakat.
Memiliki Empat Kawah

2012 Merdeka.com
Dilansir dari Volcanolive.com, Gunung Slamet memiliki empat kawah di puncaknya. Setiap kawah memiliki diameter sepanjang 450 meter. Dari keempat kawah itu, erupsi paling sering terjadi di kawah paling barat dan bisasanya terjadi selama beberapa hari atau beberapa minggu.
Pernah Meletus Besar

2014 Merdeka.com/Chandra
Berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli vulkanologi, Gunung Slamet tercatat pernah meletus besar. Itu dibuktikan dengan keberadaan batu-batu vulkanik yang berada di radius 8 kilometer dari puncak gunung. Kini, lokasi tempat batuan itu jatuh telah berkembang menjadi rumah penduduk.
Endapan Awan Panas di Guci

2019 Merdeka.com/Abdul Aziz Rasjid
Seorang ahli vulkanologi asal Universitas Gadjah Mada, Dr. Agung Harijoko menemukan endapan awan panas yang cukup tebal di daerah Guci, Kabupaten Tegal. Bahkan, endapan awan panas yang ditemukannya mencapai tujuh lapis.
"Di Guci sendiri saya menemukan ada tujuh lapisan awan panas. Sehingga ada letusan yang menghasilkan awan panas yang alirannya mencapai Guci sebanyak tujuh kali. Jadi letusan yang terekam di Guci itu adalah letusan besar," kata Agung dilansir Liputan6.com.
Hujan Abu Mencapai Brebes

2020 Merdeka.com
Dilansir dari Volcanolive.com, pada 12 Juli 1988, letusan Gunung Slamet menyebabkan terjadinya hujan abu di wilayah Brebes yang berada 85 km di sebelah barat laut Gunung Slamet. Selain itu, material besar vulkanik jatuh di sekitar 500 meter dari kawah.
Pada 2000, tercatat sebanyak 713 gempa tremor kecil terekam pada Juli pekan terakhir. Asap putih pekat juga tercatat keluar dari mulut kawah. Aktivitas meningkat pada Bulan September tahun itu. Pada periode 19-25 September 2000, tercatat ada 3.765 gempa letusan yang terekam.
Status Siaga Gunung Slamet di Tahun 2009

2013 Merdeka.com/Chandra
Pada 2009, Gunung Slamet pernah meningkat statusnya menjadi siaga. Ini tak lepas dari kondisi gunung yang terus mengeluarkan gempa letusan dari 19-22 April. Dilansir dari Volcanolive.com, tercatat pada 19 April gunung itu mengeluarkan 49 kali gempa letusan, 97 kali pada 20 April, 52 kali pada 21 April, dan 163 kali pada 22 April.
Tak hanya itu, pada waktu itu Gunung Slamet juga mengeluarkan awan panas yang membumbung setinggi 800 meter dari puncak gunung.
Sejarah Letusan Gunung Slamet
Dilansir dari Volcanolive.com, Gunung Slamet tercatat telah meletus sebanyak 43 kali dari 1772 sampai 2009. Berikut adalah daftar tahun letusannya: 2009, 2000, 1988, 1974, 1973, 1969, 1967, 1966, 1960-61, 1958, 1957, 1955, 1953, 1951-52, 1951, 1948, 1944, 1943-44, 1943, 1940, 1939, 1937, 1934, 1932, 1930, 1929, 1928, 1927, 1926, 1923, 1904, 1890, 1885, 1875, 1875, 1860, 1849, 1835, 1825, 1772.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya