Banjir rob menjadi bencana tiap tahun di Kota Semarang. Bahkan banjir rob tidak hanya terjadi di musim hujan. Di musim kemarau pun banjir rob masih bisa terjadi.
Saat banjir rob melanda, jalan raya penuh genangan air. Transportasi tidak berjalan lancar.
Berbeda dengan banjir di kebanyakan tempat seperti Jakarta dan beberapa tempat lain di Jawa yang disebabkan oleh hujan, banjir rob di Kota Semarang disebabkan oleh pasangnya air laut. Berikut 5 fakta tentang banjir rob yang selalu menggenang Semarang.
Advertisement
Pasang Surut Air Laut
Banjir rob yang terjadi di Semarang disebabkan oleh pasang surut air laut. Apabila laut sedang pasang, maka banjir rob akan terjadi. Sementara banjir akan berhenti saat air laut sedang surut.
Advertisement
Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan air laut. Dari hasil penelitian Puslitbang Pemukiman dan Prasarana Wilayah, diketahui air laut di kawasan pesisir Semarang mengalami kenaikan sebesar 5 mm setiap tahunnya.
Advertisement
Permukaan Tanah Turun
Jika sebuah daratan tergenang air rob, maka berarti tinggi daratan itu lebih rendah dari air laut. Hal ini yang terjadi di Semarang.
Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan BPPT pada Juni 2018, permukaan tanah di Kota Semarang turun pada rentan 2008-2009 sebanyak 12,4 cm. Angka itu meningkat di tahun 2009-2010 yaitu sebanyak 20,4 com.
Advertisement
Abrasi Pantai
Abrasi juga terjadi pada garis pantai di kawasan Semarang. Dalam jurnal BPPT itu dijelaskan antara tahun 1972 sampai tahun 1992 garis pantai pada beberapa tempat di Semarang mundur mencapai sekitar 500 meter. Sementara pada kurun waktu 1992-2001, secara parsial terjadi abrasi yang besar di beberapa pantai.
Advertisement
Penggunaaan Lahan
Penggunaan lahan yang salah juga menjadi salah satu penyebab banjir rob. Wilayah pantai yang secara alami dapat menampung pasang air laut telah berubah menjadi lahan tambak, rawa, dan sawah.
Bahkan di Semarang wilayah itu telah berubah menjadi kawasan pemukiman dan industri dengan mengeruk rawa dan sawah. Hal ini membuat air laut tidak tertampung lagi dan menggenangi kawasan lain yang lebih rendah posisinya
Advertisement
Bangunan Rusak
Banjir rob yang terjadi di Semarang menyebabkan rumah warga yang terdampak menjadi rusak. Kelurahan Bandarharjo, Semarang, jumlah kerugian yang diakibatkan dari banjir rob adalah Rp 16 miliar, walaupun di daerah itu telah dilakukan penanganan yang menghabiskan Rp 2,5 miliar.
Advertisement
Menelan Korban
Banjir rob yang terjadi di Kota Semarang pernah menelan korban. Pada 23 Maret 2012, banjir rob yang menggenang Semarang membuat seorang warga Semarang tewas.
Dilansir dari Liputan6.com, saat terjadi rob, korban tengah memancing bersama tiga temannya. Saat banjir rob datang, tiga temannya itu berhenti memancing, sementara korban yang terus memancing malah tersapu rob beserta lupur yang datang.