Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Cara Menjaga Keseimbangan Lingkungan yang Efektif, Perlu Diketahui

7 Cara Menjaga Keseimbangan Lingkungan yang Efektif, Perlu Diketahui ilustrasi sungai. unsplash.com

Merdeka.com - Cara menjaga keseimbangan lingkungan penting diketahui setiap orang. Keseimbangan lingkungan merupakan hubungan kompleks antara organisme hidup dan kondisi lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya.

Menjaga keseimbangan lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengontrol populasi manusia, mengontrol penggunaan sumber daya alam, hingga melindungi sumber air. Tentunya, sejumlah cara tersebut bisa dicapai jika mendapat dukungan dari semua pihak, baik dari organisasi, pemerintah, dan masyarakat umum.

Setiap individu tentu memiliki kewajiban untuk selalu menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan begitu, lingkungan akan jauh lebih sehat dan terhindar dari berbagai jenis kerusakan. Berikut sejumlah cara menjaga keseimbangan lingkungan yang merdeka.com lansir dari thenewecologist.com:

Melindungi Air

ilustrasi sungai

researchgate.net

Cara menjaga keseimbangan lingkungan yang pertama, yaitu melindungi air. Berbagai macam aktivitas manusia dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, termasuk pencemaran laut.

Sebagaimana kita tahu, ekosistem laut yang tercemar dapat memengaruhi populasi hewan dan lingkungan bawah laut. Misalnya, aktivitas nelayan yang menggunakan bahan peledak atau kimia, ini bisa berdampak buruk pada terumbu karang di laut yang menjadi rumah bagi hewan laut.

Mengontrol Populasi

Salah satu cara menjaga keseimbangan alam yang cukup efektif adalah mengontrol populasi. Tingkat kelahiran penduduk yang semakin besar, sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan dan keseimbangan alam. Semakin banyak penduduk bumi, semakin banyak pembangunan dan aktivitas lain sehingga dapat meningkatkan risiko kerusakan lingkungan.

Maka dari itu, sudah seharusnya pihak-pihak terkait bisa mengendalikan populasi dengan baik. Dengan begitu, hal ini bisa mengurangi tekanan dan beban yang ditanggung ekosistem.

Penghijauan

Cara menjaga keseimbangan lingkungan selanjutnya, yaitu melakukan penghijauan atau menanam pohon. Tanaman hijau di sekitar rumah berperan penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari banjir.

Tanaman akan menancapkan akarnya ke dalam tanah. Sehingga, lubang yang dihasilkan akar tersebut menjadi jalur air untuk masuk ke dalam tanah lebih jauh. Dengan adanya tanaman di sekitar rumah, dapat melancarkan penyerapan air hujan, yang akan menjauhkan lingkungan dari banjir.

Sementara itu, jika terjadi penebangan pohon besar-besaran, dapat berpotensi memicu terjadinya banjir bandang. Selain itu, penebangan hutan yang dilakukan secara liar juga bisa meningkatkan risiko tanah longsor.

Hindari Menebang Pohon Secara Liar

ilustrasi hutan

©Pixabay/cosmospaceternal_8734

Sebagaimana kita tahu, pohon atau tumbuhan berperan penting untuk meresap air yang jatuh ke tanah. Jika terjadi penebangan pohon besar-besaran, dapat berpotensi memicu terjadinya banjir. Selain itu, penebangan hutan yang dilakukan secara liar juga bisa meningkatkan risiko tanah longsor.

Bencana longsor terjadi karena tidak mempunyai tanah untuk menahan beban dari air yang terus menerus menerpa. Kondisi ini akan semakin parah jika lokasinya berada di sekitar tebing yang curam.

Tidak Membuang Limbah ke Sungai dan Laut

Salah satu cara menjaga keseimbangan lingkungan lainnya, yaitu tidak membuang limbah ke sungai dan laut. Tidak ada pengolahan limbah di lingkungan sekitar akan mengakibatkan penumpukan sampah. Adanya penumpukan berbagai jenis sampah tersebut, tentu membuat lingkungan menjadi tidak sehat dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Maka dari itu, sangat penting untuk memilah jenis sampah dan membuat tempat pengolahan limbah. Dengan begitu, limbah tersebut dapat dikelola dengan baik dan mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekitar.

Buang Sampah pada Tempatnya

Cara menjaga keseimbangan lingkungan yang paling penting adalah membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya pasti akan memberi dampak buruk bagi lingkungan.

Tak hanya menyebabkan lingkungan menjadi kotor, membuang sampah sembarangan juga bisa menghambat aliran sungai, yang akhirnya memicu banjir bandang. Ketika sampah-sampah tersangkut, aliran sungai akan berhenti dan volumenya akan semakin membesar. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan tekanan sangat besar. Dengan membuang sampah pada tempatnya, hal ini bisa mencegah risiko banjir.

Pisahkan Jenis Sampah

Seperti yang sudah diketahui, sampai saat ini penumpukan sampah di Indonesia masih menjadi masalah utama adanya pencemaran lingkungan. Bahkan, Indonesia dijuluki sebagai pembuang sampah plastik ke laut terbesar di dunia setelah China. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai warga negara harus mengetahui jenis sampah dan cara pengelolaannya yang baik.

Adapun jenis sampah berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sampah anorganik dan organik. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah, botol, kertas, plastik mainan, dan gelas minuman. Jenis sampah ini juga bisa disebut sebagai limbah yang dihasilkan dari bahan-bahan yang bukan berasal dari alam (bahan hayati), melainkan barang yang buatan manusia.

Sedangkan, sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang biasa dijadikan pupuk kompos. Jenis sampah ini berlawanan dengan sampah anorganik karena sangat mudah membusuk. Beberapa contoh jenis sampah organik antara lain sisa makanan, sayuran, daun-daun, dan lain sebagainya.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP