Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Maret: Hari Pengangguran Internasional, Ini Sejarah Lengkapnya

6 Maret: Hari Pengangguran Internasional, Ini Sejarah Lengkapnya Hari Pengangguran Internasional. pinterest.com

Merdeka.com - Tepat hari ini, 6 Maret pada 1930 silam, ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih, Amerika Serikat, melakukan aksi yang dinamakan Hari Pengangguran Internasional. Aksi ini dilakukan untuk menentang ketidakadilan rasial dan pengangguran yang tidak terkendali.

Melansir dari The Washington Post, ribuan massa itu menuntut pekerjaan atau upah. Demonstrasi besar-besaran itu dilakukan untuk merespons jatuhnya pasar saham sejak 1929. Hal ini juga menjadi demonstrasi pertama di AS, di mana orang kulit putih dan kulit hitam bergandengan tangan untuk melawan sistem yang tidak adil.

Hari Pengangguran Internasional menjadi awal dari satu dekade protes di Amerika Serikat oleh Partai Komunis dan kelompok lain selama Depresi Besar (The Great Depression). Yang mana, pawai pengangguran menjadi pemandangan biasa di Amerika Serikat.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Pengangguran Internasional dan apa saja penyebabnya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari The Washington Post.

Sejarah Hari Pengangguran Internasional

gedung putih

©2012 Ubergizmo

Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa menggelar aksi yang dinamakan Hari Pengangguran Nasional (International Unemployment Day) pada 6 Maret 1930. Massa melakukan aksi ini akibat krisis ekonomi yang melanda AS. Kondisi Depresi Besar (The Great Depression) ini menjadi krisis terhebat yang pernah dialami AS.

Depresi Besar sendiri merupakan peristiwa menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis di seluruh dunia. Peristiwa ini berlangsung selama 10 tahun, sejak 1929 hingga 1939 saat Pemerintahan AS dipimpin oleh Herbert Hoover.

Berawal ketika bursa saham New York terjun bebas pada 29 Oktober 1929. Saat itu, kepercayaan konsumen mendadak hilang setelah jatuhnya pasar saham. Depresi Besar menghancurkan perekonomian di berbagai negara, baik negara industri maupun berkembang. Selain itu, hal ini juga mengurangi volume perdagangan internasional, pendapatan pajak, dan pendapatan perseorangan.

Seperti mengutip dari wartaekonomi.co.id, pada tahun 1929 hingga 1932, produk domestik bruto dunia turun sekitar 15%. Keadaan ini berlangsung hingga awal Perang Dunia II.Puncak dari Depresi Besar tersebut, pengangguran meningkat tajam.

Tercatat, pada tahun 1930 meningkat menjadi 4 juta jiwa. Kemudian meningkat lagi menjadi sekitar 15 juta jiwa. Hal tersebut yang kemudian membuat banyak orang melakukan aksi yang dinamakan Hari Pengangguran Internasional.

Penetapan Hari Pengangguran Internasional

hari pengangguran internasional

pinterest.com

Melihat krisis ekonomi di AS yang semakin parah, membuat Komite Eksekutif Komunis Internasional (ECCI) di Moskow, Rusia, menggelar rapat maraton. Rapat yang digelar sejak Februari 1930 itu, menetapkan 6 Maret 1930 sebagai Hari Internasional untuk melakukan protes skala besar-besaran.

Aksi ini dianggap sebagai salah satu aksi massa besar-besaran yang terjadi di negara Eropa. Sementara itu, Dmitry Manuilsky, selaku sekertaris Komintern mengimbau seluruh partai anggota Komunis Internasional untuk segara bertindak dan mengadakan Hari Pengangguran Internasional.

Dalam catatan New York Times, diperkirakan jumlah maksa aksi mencapai 35.000 orang. Aksi tersebut juga diwarnai dengan kerusuhan. Sekitar 1.000 petugas menjaga aksi tersebut dan mengambil langkah yang tidak kalah beringas. Akibatnya, sekitar 26 orang, termasuk aparat keamanan, harus dirawat di rumah sakit, dan belasan orang ditangkap aparat.

Kemudian pada 1933, Franklin Delano Roosevelt naik menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Horbert Hoover. Naiknya Roosvelt memberi harapan baru bagi masyarakat AS. Dalam 100 hari pertama kerjanya, ia mendorong Kongres untuk meloloskan undang-undang yang disebut sebagai kapitalisme berjaring pengaman subsidi.

Kebijakan tersebut akhirnya membuahkan hasil, pada tahap pertama, pertumbuhan ekonomi AS mencapai angka 10,8%. Kemudian pada 1936, pertumbuhan ekonomi meningkat kembali hingga menyantuh angka 12,9%.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP