Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta Cing Cing Goling, Upacara Unik Warga Gunungkidul 'Injak-Injak' Sawah

5 Fakta Cing Cing Goling, Upacara Unik Warga Gunungkidul 'Injak-Injak' Sawah Cing-Cing Goling. ©YouTube/Jogja Punya Cerita

Merdeka.com - Walaupun dikenal sebagai daerah yang gersang dan kekurangan air, Gunungkidul memiliki beragam tradisi budaya. Salah satu tradisi budaya yang cukup unik di Gunungkidul bernama Cing-Cing Goling.

Dilansir dari Phinemo.com, Cing-Cing Goling merupakan tradisi yang dilakukan warga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Tradisi yang rutin diselenggarakan setahun sekali ini dilakukan atas melimpahnya hasil panen dan air yang terus ada meski musim kemarau melanda.

Berikut selengkapnya:

Asal usul Cing-Cing Goling

cing cing goling

©YouTube/Jogja Punya Cerita

Tradisi Cing-Cing Goling merupakan upacara adat yang digelar rutin setahun sekali oleh masyarakat di Desa Gedangan, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul. Tradisi itu dilakukan dengan menggelar aksi teatrikal yang diadakan di tengah sawah.

Kisah Cing-Cing Goling berlatar belakang para prajurit Majapahit yang berhasil melarikan diri setelah kalah perang dari Kerajaan Demak. Teatrikal itu menceritakan tentang kesuksesan prajurit Kerajaan Majapahit untuk mengamankan Nyai Wisang Sanjaya dari serangan perampok.

Setelah berhasil mengamankan Nyai Wisang Sanjaya, prajurit itu kemudian membangun bendungan dalam satu malam. Bendungan itulah yang digunakan para pelarian perang itu untuk bercocok tanam dan hidup di daerah yang baru.

Injak-Injak Sawah

cing cing goling

©YouTube/Kebudayaan Gunung Kidul

Dilansir dari YouTube Net Biro Yogyakarta, ritual Cing-Cing Goling digelar di tengah lahan pertanian warga, tepatnya tempat awal Wisangsanjaya membuka lahan. Warga percaya tanah dan tanaman yang terinjak-injak saat ritual akan membawa berkah tersendiri.

“Semua ikhlas. Walaupun padi sudah mau panen tapi tanaman apapun diinjak Cing-Cing Goling semua ikhlas. Tidak ada yang marah ataupun sebagainya,” kata Jumeno, salah satu pemain Cing-Cing Goling.

Sembelih 500 Ekor Ayam

cing cing goling

©YouTube/Jogja Punya Cerita

Selain aksi teatrikal itu, masyarakat di Desa Gedangan biasanya menyiapkan 500 ekor ayam yang akan disembelih untuk perayaan itu. Ratusan ayam itu kemudian dimasak dijadikan ingkung dan dibagikan kepada warga sekitar.

Kegiatan ini mengandung pesan moral agar seluruh warga bisa bergotong royong atau bekerja sama agar kerukunan antar warga bisa terjalin.

“Orang-orang itu nggak ada apa-apa, sehat. Tanaman bisa subur. Biar airnya terus mengalir,” kata Sumarti, salah seorang warga Dusun Gedongan dikutip dari YouTube Net TV.

Ungkapan Rasa Syukur

cing cing goling

©YouTube/Kebudayaan Gunung Kidul

Menurut Sugiyanto, sesepuh Desa Gedongan, tradisi Cing-Cing Goling merupakan wujud rasa syukur dari Tuhan yang Maha Kuasa atas apa yang telah dibuat para leluhur sehingga tanah di tempat itu bisa menjadi subur dan makmur.

“Dan yang lain lagi adalah kerukunan masyarakat di Gedangan ini saling membantu dan saling memberikan ini diharapkan dapat dijadikan contoh yang baik,” kata Sugiyanto.

Menarik Wisatawan

cing cing goling

©YouTube/Kebudayaan Gunung Kidul

Acara yang terbilang langka itu berhasil mengundang ratusan warga dari berbagai daerah untuk datang. Selain itu, lokasi tradisi itu yang berdekatan dengan Goa Pindul membuat Cing-Cing Goling menjadi destinasi wisata budaya di Gunungkidul.

“Dengan acara ini kita juga merintis kepada generasi muda supaya upacara adat yang sakral ini perlu dilestarikan dan dilanjutkan ke generasi berikutnya,” kata Sugiyanto dikutip dari YouTube Kebudayaan Gunungkidul.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP