12 Cara Merawat Kucing Baru Lahir Tanpa Induk, Aman dan Praktis
Merdeka.com - Para pecinta kucing tentu sudah paham cara merawat kucing dewasa. Namun bagaimana jika tiba-tiba kucing betina dewasa mulai melahirkan anak. Nahasnya kemungkinan anak kucing ditinggal pergi sang induk dapat terjadi kapan saja. Lain lagi jika mendapati anak kucing di tempat umum tanpa induk, naluri penyayang kucing pasti meronta untuk merawatnya.
Cara merawat kucing baru lahir memang butuh keterampilan khusus. Tidak sulit namun butuh ketelitian bak merawat bayi baru lahir. Merawat anak kucing baru lahir merupakan hal yang penting karena menentukan faktor kesehatan, hingga hidup mati dari anak kucing yang ditinggalkan induknya.
Berbeda dari merawat bayi manusia, merawat anak kucing lebih pesat hanya membutuhkan beberapa bulan saja untuk dapat berlarian ke sana-ke mari. Cara merawat kucing baru lahir di antaranya ialah asupan nutrisi, kehangatan, hingga perhatian khusus harus selalu diberikan kepada anak kucing.
Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan mengenai 12 cara merawat kucing baru lahir tanpa induk secara aman dan praktis melansir dari laman Meobox.com.
Cara Merawat Kucing Baru Lahir Tanpa Induk

©2021 Merdeka.com
1. Menilai Situasi
Cara merawat kucing baru lahir yang paling awal ialah memastikan kondisi anak kucing. Hindari berasumsi bahwa anak kucing yang kesepian hanya karena tidak melihat induknya. Sebuah kewajaran bagi sang induk kucing untuk meninggalkan bayinya, jadi beri anak kucing sedikit jarak dan lihat apakah induknya kembali.
Jika dia melakukannya – bagus! Ibu adalah yang paling cocok untuk merawat mereka, jadi tinggalkan mereka bersamanya (kecuali jika kamu dapat membawa seluruh keluarga dan merawat mereka.) Jika ibu tidak kembali dalam satu atau dua jam, inilah saatnya untuk kamu untuk mulai turun tangan dan membantu merawat anak kucing.
2. Jangan Bawa ke Penampungan Hewan
Jika tempat penampungan yang kamu tuju secara khusus memiliki program untuk anak kucing yang baru lahir hal itu boleh-boleh saja. Namun membawa anak kucing yatim piatu ke tempat penampungan adalah kesalahan besar.
Sebagian besar tempat penampungan tidak menyediakan perawatan untuk anak kucing yang tidak disapih. Cobalah untuk membantu mereka sendiri, atau dapat mencari bantuan teman yang bisa merawatnya.
3. Menghindari Kepanikan
Beberapa orang yang tak berpengalaman mungkin mengalami kepanikan karena tidak tahu cara merawat kucing baru lahir. Kepanikan tidak pernah membantu siapa pun, tetapi kamu perlu memperlakukan ini sebagai situasi yang genting.
Kumpulkan anak-anak kucing dan segera buat rencana untuk perawatan 24 jam ke depan. Selalu prioritaskan keselamatan anak kucing. Jika kamu melihat masalah kesehatan yang serius seperti kendala pernapasan atau berdarah, segera larikan anak kucing ke dokter hewan.
4. Gunakan Perlengkapan yang Sesuai
Cara merawat kucing baru lahir tanpa induk selanjutnya ialah menyiapkan peralatan. Kamu harus mengumpulkan persediaan dengan cepat sehingga kamu bisa membuatnya hangat, stabil, terhidrasi, dan diberi makan. Siapkan tempat yang nyaman dan aman untuk anak kucing jauh dari potensi bahaya.
Anak kucing baru lahir biasanya akan berpelukan dengan ibu dan saudara kandungnya agar tetap hangat. Kucing yatim piatu harus selalu dibuat tetap hangat.
Hindari menempatkan tempat tidur di mana anak kucing akan diterpa angin dingin. Anak kucing baru lahir bisa dibungkus bantal pemanas. Alternatif lain, letakkan botol air panas dalam selimut atau sekitar tempat tidur, untuk membuat lingkungan hangat. Pastikan posisinya jauh, agar kucing tidak kepanasan. Anak kucing membutuhkan sumber panas tambahan sampai mereka berusia 4 hingga 6 minggu.
5. Buat Anak Kucing Tetap Stabil
Sebelum kamu dapat melakukan hal lain, kamu ingin memastikan anak kucing tidak hipotermia atau hipertermia. Anak kucing tidak dapat mengontrol suhu tubuhnya, jadi bantulah mereka mengatur suhu tubuh mereka sebelum mencoba memberi mereka makan, terutama jika mereka telah terpapar suhu dingin.
Beberapa cara mudah dapat dipraktikkan seperti menggunakan bantalan pemanas rendah, botol air hangat, atau bahkan kaus kaki berisi nasi dan dimasukkan ke dalam microwave semuanya dapat memberikan sumber panas yang stabil namun ringan untuk anak kucing yang kedinginan.
6. Mensterilkan semua kucing di area tersebut
Jangan lupa, jika kamu menemukan anak kucing di gang, itu berarti ada kucing yang tidak steril di sudut jalan. Cari grup TNR (Trap-Neuter-Return) lokal untuk membantu kamu mendapatkan apa yang kamu butuhkan untuk mensterilkan kucing yang berkeliaran bebas sehingga kamu dapat mencegah putaran anak kucing berikutnya.
7. Memberi Makan Anak Kucing
Memberi makan merupakan cara merawat kucing baru lahir selanjutnya. Kucing yang baru lahir hanya mengonsumsi susu tanpa kandungan laktosa. Kamu dapat memberikannya, tetapi kamu perlu mengetahui beberapa trik agar memberikan mereka susu dengan benar. Perlu diperhatikan, jangan pernah memberi susu sapi kepada anak kucing, karena ini sangat berbahaya bagi kesehatan mereka dan dapat menyebabkan kematian. Sebagai gantinya, kamu perlu membeli pengganti susu kucing, yang dijual di sebagian besar pet shop toko pakan.
Bantu Anak Kucing ke Kamar Mandi

insider.com
8. Bantu Anak Kucing untuk Buang Air di Tempat Khusus
Cara merawat kucing baru lahir selanjutnya ialah kebiasaan buang air besar dan kecil. Kebersihan juga harus diperhatikan untuk menjaga anak kucing tetap sehat.
Beberapa orang terkejut bahwa anak kucing yang baru lahir sebenarnya tidak pergi ke kamar mandi sendiri. Atau menggunakan media pasir untuk buang kotoran. Tidak demikian, anak kucing yang baru lahir saat buang air selalu dijilati induknya.
Untuk merangsang pengeluaran dan buang air kecil, kamu perlu meniru perilaku ini dengan merangsang anak kucing dengan kain basah yang hangat setiap kali menyusui.
9. Cuci, Bilas, Ulangi
Anak kucing yatim piatu membutuhkan perawatan sepanjang waktu. Jadi kamu harus menetapkan perawatan rutin setiap 2-4 jam (semakin muda usianya semakin sering intervalnya.) Di antara waktu menyusui, normal bagi anak kucing untuk tidur, pastikan saja mereka berada di tempat yang aman dan terbatas.
10. Selalu Teliti
Mengasuh anak kucing itu menyenangkan, bermanfaat, dan secepat kilat jika kamu melakukannya dengan benar. Rawatlah anak kucing sampai sekitar 8 minggu. Sementara itu, carikanlah rumah selamanya bagi anak kucing yang sempurna.
11. Memantau Kesehatan Anak Kucing
Cara merawat kucing baru lahir selanjutnya ialah dengan memantau kesehatannya. Dalam 4 minggu kehidupan, mereka belum membangun sistem kekebalan. Bahkan rentan terhadap penyakit dan infeksi.
Pastikan untuk mencuci tangan kamu sebelum dan sesudah menangani anak kucing. Hindari membiarkan anak kucing berinteraksi dengan hewan lain.
Kamu tidak pernah tahu bagaimana hewan lain akan memperlakukan anak kucing yang masih rapuh tersebut.
Jika kamu memiliki lebih dari satu anak kucing, simpan di kotak yang sama. Mereka dapat membantu satu sama lain tetap hangat. Meski mereka berasal dari penampungan yang berbeda.
Kecuali jika usia atau ukurannya sangat berbeda. Jangan mencampur anak kucing baru lahir.
12. Anak Kucing Mulai Disapih
Layaknya bayi manusia, anak kucing baru lahir tanpa induk juga memiliki tahapan untuk disapih. Kamu dapat mulai mengalihkan anak kucing Kamu dari botol pada usia 3 atau 4 minggu.
Mulailah dengan memberikan susu formula dalam mangkuk dangkal yang mudah dijangkau. Jika anak kucing tidak mau minum dari piring, ajari untuk melakukannya dengan menawarkan beberapa di jari Kamu.
Kemudian mulai mencampur makanan kucing kalengan dengan susu formula hangat. Selama proses ini, Kamu bisa melanjutkan memberi susu botol untuk memastikan anak kucing mendapatkan nutrisi yang cukup.
(mdk/Ibr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya