Wajah Luka Jakarta

Sabtu, 26 Desember 2020 07:05 Reporter : Dwi Narwoko
Wajah Luka Jakarta Foto esai kemiskinan Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Puluhan tahun Fatanina (75) hidup berhimpit di gang sempit. Rumahnya di Luar Batang Empang, Penjaringan, Jakarta Utara. Kawasan marjinal di antara megahnya ibu kota Jakarta.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Perkampungan miskin yang tersembunyi di balik gedung tinggi. Penghuni apartemen mewah di sana, sehari-hari disuguhkan potret kemiskinan. Sebaliknya, warga kampung Luar Batang hanya bisa memandang iri dan bermimpi tinggal di gedung tinggi. Pemandangan sangat kontras. Tentang wajah Jakarta.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Di sebelah barat Pelabuhan Sunda Kelapa, Fatanina dan warga lain menjalani hidup. Rumah mereka dari triplek dan asbes bekas. Ukurannya hanya 2,5 x 3 meter. Dihuni satu keluarga. Mayoritas pendatang dari suku Bugis Sulawesi Selatan.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Fasilitas penunjang hak hidup jangan ditanyakan. Jauh dari kata cukup. Anak-anak bermain di antara sampah yang menumpuk. Tapi itu semua tak mengubah keceriaan mereka. Tumbuh dan berkembang menghiasi wajah Jakarta.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Bagi Fatanina, kemiskinan bukan soal angka. Tapi kenyataan pahit, hidup seorang diri dari welas asih orang lain. Bantuan tunai atau sembako tak pernah mampir ke rumahnya. Pembagiannya tak merat. Membuat hidupnya makin merana.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Bukan tanpa alasan bantuan tak pernah datang. Mereka hanya pendatang. Tak punya KTP Jakarta.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Mereka bekerja serabutan untuk tetap bertahan. Hidup di tengah himpitan berbagai kesulitan. Meski kebanyakan warga Jakarta membisu melihat kemiskinan yang ada di hadapannya.

foto esai kemiskinan jakarta
©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Fatanina adalah sebagian kecil wajah Jakarta di ujung utara. Jakarta yang terus berlari kencang, meski kakinya terluka. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini