Tak Diberi Kopi dan Rokok, Pria di Jakbar Aniaya Istri dan Anak-anaknya

Senin, 23 Mei 2022 13:06 Reporter : Bachtiarudin Alam
Tak Diberi Kopi dan Rokok, Pria di Jakbar Aniaya Istri dan Anak-anaknya ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - RI (16) seorang anak warga Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat harus menahan rasa sakit akibat tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ESS (40). Pelaku tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

N ibu kandung korban menyebut, anak tertuanya itu sering mengalami tindakan kekerasan suaminya. Teranyar, suaminya tersebut menghajar sang anak hingga tiga kali di bagian pelipis.

"Iya memang benar adanya terjadi, dilakukan bapak kandungnya," kata N saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (23/5).

Ibu korban mengatakan, penganiayaan tersebut bukan pertama kali dilakukan ESS. Dia mengatakan, terakhir dilakukan, Selasa (17/5) saat dini hari.

Selain mendapat pukulan, anak sulungnya yang masih duduk d ikelas satu SMK itu juga mendapat sabetan pipa pada bagian perut. "Perut disabet satu kali pakai paralon," kata RI.

Tidak cuma kepada RI, pemukulan juga dilakukan kepada adiknya, MA (14). Terjadi beberapa saat setelah seorang Bhabinkamtibmas, Ketua RT 09/RW 05, dan dua tetangga datang untuk menasehati pelaku.

Hal ini membuat pelaku makin beringas. RI dan MA jadi bulan-bulanan pelaku.

"Pertama, sempat ditarik (ketika MA sedang naik tangga) sampai jatuh dari tangga. Perut dan kaki sempat dipukul sampai (MA) teriak, ampun, ampun," kata RI.

"Kedua, (dihajar) dekat kolam ikan (di dalam rumah)," sambung RI.

Atas kejadian tersebut, RI bersama N ibu kandungnya sudah melapor ke Polsek Tanjung Duren. Karena pelaku mengamuk dan merusak perabot rumah tangga. Bahkan, pecahan beling melukai anak ketiganya, PA yang masih berusia tujuh tahun.

2 dari 3 halaman

Polisi Tunggu Laporan Korban

Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Tri Bintang Baskoro membenarkan adanya insiden kekerasan itu. Pihaknya sampai saat ini masih menunggu korban untuk membuat laporan.

"Buat laporan, baru hari ini diarahkan buat laporan. Ibunya kemarin masih mau upaya penyelesaian secara kekeluargaan," mata Bintang saat dikonfirmasi merdeka.com.

Bintang pun menyampaikan jika kasus dugaan kekerasan KDRT yang dialami RI bersama adik-adiknya masih dalam pengecekan pihak kepolisian.

"Jadi saya kroscek, baru kita arahkan ke sana untuk orangnya buat laporan. Tadi baru datang ke Polsek sekitar jam 11.00 WIB tadi," jelasnya.

Apabila laporan sudah ada, lanjut Bintang, pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan menyiapkan pemeriksaan saksi dan melakukan visum terhadap RI dan adik-adiknya guna memastikan tindakan kekerasan yang dialaminya.

"Iya sementara baru kita arahkan buat laporan, kemudian kita siapkan untuk pemeriksaan saksi, dan kita visum dulu anaknya," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Pengakuan Korban

RI mengaku, penganiayaan ayahnya kepada sang adik N lebih kejam. Adiknya itu berkali-kali dihajar oleh ayahnya yang sedang emosi.

Anak tertua dari lima bersaudara ini mengungkapkan, Bhabinkamtibmas, Ketua RT 09/RW 05, dan kedua tetangga datang ke rumah dan menasihati pelaku karena sebelumnya, istri pelaku yang juga korban.

Dia melanjutkan, bapaknya mengamuk sejak akhir April, menjelang Lebaran. Kepada anak-anaknya, termasuk salah seorang keponakan dari istrinya sedang berlibur di Jakarta, A (13), saat diminta untuk membeli rokok dan kopi.

"Sehabis tanggal 9, duit Bapak sudah habis. Dia terus minta-minta ke anak-anak untuk beli rokok, makan, dan kopi dan meminta uang ke Mama atau ngutang ke tetangga. Minta-mintanya sambil marah-marah, teriak-teriak,” kata RI.

Ibunya pun kerap menjadi bulan-bulanan sang ayah. Bahkan hanya sekadar meminta dibelikan rokok dan kopi di warung.

"Jangan enak-enakan tidur, lo! Kalau enggak beliin gw rokok, gw hancurin rumah lo!" tutur RI menirukan ancaman ayahnya kepada sang ibu.

Dia sempat hendak mengungsi ke Depok, rumah pamannya. Saat berkemas, ayahnya melihat dan kembali menebar ancaman.

"Woi, mana kopinya? Ngapain lo bawa tas?" kata RI menirukan ucapan ayahnya saat itu.

Mengetahui tidak dibelikan kopi dan rokok, pelaku lantas meneror dan mengancam RI melalui WhatsApp. RI mengungkapkan, sudah sejak beberapa tahun lalu menjadi bulan-bulanan bapaknya.

"Salah sedikit dihajar, salah sedikit dihajar,” jelas RI. [rnd]

Baca juga:
Kesal Baju Dijadikan Kain Lap, Remaja di Kukar Tega Aniaya Nenek yang Pikun
Gula Darah M Kece Kambuh, Sidang Kasus Penganiayaan Kembali Dilanjutkan Dua Pekan
M Kece Diancam Napoleon: Anak Buah Saya Banyak, Nanti Keluarga Kamu Saya Bunuh Semua
Detik-Detik M Kece Dianiaya Napoleon: Mata Ditutup, Mulut dan Wajah Dilumuri Kotoran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini