Resahkan Warga, Rumah Pemotongan Babi Milik Pemprov di Jakbar Diminta Ditutup

Kamis, 5 Desember 2019 00:15 Reporter : Merdeka
Resahkan Warga, Rumah Pemotongan Babi Milik Pemprov di Jakbar Diminta Ditutup babi. shutterstock

Merdeka.com - Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Purwanto meminta Pemprov DKI menutup keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) babi di Jalan Peternakan, kawasan Kapuk, Jakarta Barat.

Dia menyebut keberadaan RPH itu meresahkan masyarakat. Sebab limbah dan pencemaran bau yang tidak sedap, apalagi untuk para pedagang makanan.

"RPH itu semestinya ditutup karena sudah bertentangan dengan Perda DKI nomor 4 tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas," kata Purwanto di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dia menyebut sebagai pengelola BUMD milik Pemprov DKI yakni PT Darma Jaya tidak menyesuaikan aturan yang ada.

Dalam sehari, lanjut Purwanto pemotongan dilakukan hingga ratusan babi. Akan tetapi jumlah itu hanya dapat menyuplai sebanyak 10 sampai 20 persen kebutuhan babi di Jakarta.

"Babi yang dipotong setiap hari hanya 200 ekor. Luas lahan RPH mencapai 5 hektare, lebih bermanfaat jika dialihfungsikan untuk kepentingan yang lebih luas," ucapnya.

Lalu, anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Desie Christhyana Sari juga menyatakan dukungannya agar RPH tersebut segera ditutup.

"Agar rumah potong babi di daerah Kapuk Jakarta Barat segera ditutup karena meresahkan warga," kata Desie. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Daging Babi
  2. Pemprov DKI
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini