Korban diduga kuat terpeleset ketika merokok.
Seorang remaja inisial D (16) yang masih duduk bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Barat ditemukan meninggal dunia usai jatuh dari lantai 4 di bagian belakang sekolah. Namun sebelum ditemukan meninggal korban sempat ingin merokok.
"Saksi-saksi di TKP dan kawan-kawannya yang bersangkutan mau aktivitas ngerokok di balik tembok (jendela) itu," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan Situmorang saat dikonfirmasi, Senin (9/10).
Advertisement
merdeka.com
Advertisement
Hasoloan menerangkan peristiwa itu terjadi tepatnya pada saat siswa SMP 132 Cengkareng, Jakarta Barat sedang berada di jam istirahat.
Advertisement
ada saat itu korban diduga memanfaatkan waktunya untuk merokok di balik tembok jendela itu.
Di balik jendela itu terdapat pijakan kecil mengarah ke luar sekolah yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Advertisement
Namun di saat yang bersamaan, tidak ada jendela ataupun tralis di ruang kelas korban.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, Hasoloan menyebut sedang dilakukan renovasi.
"Sekolah menyampaikan sedang dilakukan perbaikan. Kemudian juga ketentuan di sekolah kalau misal lagi istirahat itu anak-anak enggak boleh di ruangan mereka harus di bawah semua," ujar dia.
merdeka.com
Advertisement
Berdasarkan keterangan sementara yang didapatkan oleh pihaknya korban diduga kuat terpeleset ketika merokok di balik tembok jendela itu. "Ketika mengarah ke situ diduga kuat terpleset akhirnya jatuh," ucap Kapolsek Cengkareng.
Advertisement
Hasoloan menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.
Tiga di antaranya adalah teman korban lalu dua lainnya adalah pihak sekolah.
Selain itu sejumlah CCTV di lokasi kejadian juga saat tengah diteliti oleh pihaknya guna menyelidiki kematian remaja itu.
"Ada titik CCTV tapi kita harus analisa dulu mana yang mengcover itu apakah CCTV berfungsi baik atau tidak. Ada di dalam kelas ada yang di selasar lantai 4," tutupnya.
merdeka.com
Advertisement