DPRD Dorong JIS Dikelola Dispora DKI

Saat ini, JIS dibangun dan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
DPRD Dorong JIS Dikelola Dispora DKI
DPRD Dorong JIS Dikelola Dispora DKI (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mendorong Jakarta International Stadium (JIS) dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sebagai informasi, JIS dibangun dan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) hingga saat ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gembong menilai, Jakpro sebagai BUMD berorientasi kepada keuntungan untuk menjalankan bisnis sehingga kurang cocok untuk mengelola stadium olahraga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Jakpro sebagai perusahaan daerah yang kita tugaskan untuk mencari profit. Apakah dengan sekarang mengelola JIS dan TIM akan menguntungkan bagi Jakpro? Itu hanya menggerogoti keuangan Jakpro sendiri," kata Gembong kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (17/7).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seharusnya, tambah Gembong, Jakpro hanya ditugaskan untuk membangun JIS. Setelah selesai, pengelolaan harusnya diberikan kepada Pemprov DKI melalui Dispora.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anggota Komisi A itu mengklaim bahwa dirinya sempat meminta Kepala Dispora untuk berani mengajukan permintaan mengelola JIS.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Justru ini harusnya pola penugasan yang diberikan Pemprov harus diubah. Katakan lah Jakpro kita tugaskan untuk bangun, ketika sudah dibangun balikan lagi kepada Pemprov DKI. Harusnya begitu," tambah Gembong.

Gembong mengungkapkan, Fraksi PDIP telah berdiskusi untuk mendorong Pemprov DKI agar meringankan beban Jakpro. Sebab, bisnis Jakpro tak sesuai dengan kegiatan di JIS.

Gembong mengungkapkan, Fraksi PDIP telah berdiskusi untuk mendorong Pemprov DKI agar meringankan beban Jakpro. Sebab, bisnis Jakpro tak sesuai dengan kegiatan di JIS.
Dok. Istimewa

"Saya sudah mendiskusikan di internal Fraksi PDIP supaya pola penugasan berubah. Pertama, pola penugasan BUMD tidak boleh keluar dari core bisnis. Bicara Jakpro bicara untung rugi. Maka ketika Jakpro mengelola JIS ini bicara minyak dan air yang tidak akan ketemu," kata Gembong.

Rekomendasi