FOTO: Ruang Terbuka Hijau Minim, Anak-Anak di Jakarta Main Layang-Layang di Pinggir Kali

Anak-anak di Jakarta terpaksa bermain di tempat tak semestinya karena minimnya ruang terbuka hijau.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Ruang Terbuka Hijau Minim, Anak-Anak di Jakarta Main Layang-Layang di Pinggir Kali
FOTO: Ruang Terbuka Hijau Minim, Anak-Anak di Jakarta Main Layang-Layang di Pinggir Kali (Merdeka.com)

Minimnya ruang terbuka hijau, membuat anak-anak di Jakarta bermain di tempat tak semestinya. Seperti yang terlihat di Jalan Inspeksi, Jakarta Barat, beberapa anak tampak asyik bermain layang-layang di pinggiran kali.

Minimnya ruang terbuka hijau, membuat anak-anak di Jakarta bermain di tempat tak semestinya. 

Seperti yang terlihat di Jalan Inspeksi, Jakarta Barat, beberapa anak tampak asyik bermain layang-layang di pinggiran kali.
Dok. Istimewa

Yuk, simak foto-fotonya!

Yuk, simak foto-fotonya!
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, luas ruang terbuka hijau (RTH) DKI Jakarta hanya 33,35 juta meter persegi atau 5,18 persen dari luas total Jakarta. Angka ini jauh dari ketentuan aturan yang mensyaratkan hingga 30 persen.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemprov DKI kini tengah mencanangkan program “Penataan Kawasan Unggulan” untuk menambah opsi peningkatan jumlah dan luas RTH di Jakarta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Program yang ditujukan di setiap kelurahan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membenahi dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di kawasan permukiman padat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di balik ingar-bingar potret kota megapolitan Jakarta, ternyata menyisakan ironi kehidupan bagi sebagian masyarakatnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ketika fasilitas infrastruktur dan layanan penunjang tersedia dengan lengkap, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) masih menjadi barang berharga di Ibu Kota.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Semakin masifnya pembangunan gedung-gedung bertingkat dan padatnya hunian masyarakat membuat ruang-ruang sosial kian menyempit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anak-anak pun semakin sulit mendapatkan ruang untuk bermain, ruang interaksi warga juga minim, tempat-tempat umum untuk rekreasi gratis kian terbatas.

Rekomendasi