Konflik Internal Ancol Diduga Picu Proyek Mangkrak, DPRD DKI Minta BP BUMD Berbenah

Jika BP-BUMD turun tangan, kata Ismail, perusahaan daerah tersebut akan sehat secara finansial dan juga secara kepemimpinan di internal.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Konflik Internal Ancol Diduga Picu Proyek Mangkrak, DPRD DKI Minta BP BUMD Berbenah
Proyek Jalan Layang Non Tol Pluit 8 Tahun Terbengkalai. ©2023 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail meminta Badan Pembina BUMD (BP-BUMD) untuk turun tangan membenahi permasalahan di dalam PT Pembangunan Jaya Ancol.

Hal ini diucapkan Ismail usai munculnya kabar konflik dua pengusaha di internal Ancol yang membuat proyek-proyek mangkrak di bawah BUMD tersebut.

"Berapa hari lalu saya menyimak dari media ada beberapa yang dilontarkan. Saya pikir ini sudah waktunya BP-BUMD melakukan pembenahan dan fungsinya," kata Ismail ketika dikonfirmasi, Jumat (9/6).

Jika BP-BUMD turun tangan, kata Ismail, perusahaan daerah tersebut akan sehat secara finansial dan juga secara kepemimpinan di internal.

"Jangan lagi ketika aspek finansial sudah tidak ada masalah justru terganjal oleh masalah internal makanya kita akan lihat sejauh mana BP-BUMD membenahi karena untuk penempatan personel di BUMD itu kan lebih banyak nanti selain gubernur juga BP-BUMD," tambah Ismail.

Sebelumnya, dikabarkan adanya beberapa proyek mangkrak yang dikelola Ancol. Penyebabnya, diduga karena masalah pengelolaan aset di pihak manajemen.

Adapun contoh proyek yang mangkrak adalah hotel di samping Putri Duyung dan Ancol Beach City atau ABC Mall yang berada di kawasan Pantai Karnaval Ancol.

Kemudian, pengelolaan aset tersebut dikabarkan dipegang oleh dua pengusaha. Namun, terjadi konflik internal di antara kedua pengusaha tersebut dan membuat proyek-proyek mangkrak.

Rekomendasi