Momen Lebaran Betawi yang diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat menjadi ajang silaturahmi yang diadakan tiap tahunnya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Di kesempatan itu pula penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bertemu kangen dengan mantan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke.
Keduanya tampak bercengkrama. Momen temu kangen itu terlihat jelas saat keduanya duduk bersebelahan dan beberapa kali terlihat berbincang dan tertawa kecil bersama.
Heru juga sempat bernostalgia kala Foke masih memimpin Jakarta. Kala itu, katanya, Foke sedang mencari PNS yang cocok ditempatkan sebagai kepala kerjasama dengan luar negeri. Foke akhirnya menunjuk Heru.
Heru juga mengenang pesan yang pernah disampaikan Foke padanya dan masih membekas hingga kini. Pesan itu disampaikan Foke saat bertemu dirinya di pertemuan seluruh Gubernur yang diadakan di Candi Borobudur, Yogyakarta.
"Ketika itu saya kepala bagian, bapak menyatakan 'Heru, kami harus kerja baik, tidak boleh cengeng dan terus berkarya untuk memajukan organisasi pemerintah DKI jakarta'," cerita Heru dalam sambutannya di Lebaran Betawi, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/5).
Pesan Fauzi Bowo saat itu dijawab Heru dengan capaian kini sebagai nomor 1 di DKI Jakarta.
Advertisement
Pesan dan Semangat dari Foke untuk Heru
Heru bahkan mengaku terharu dengan kehadiran Fauzi Bowo yang pernah memberikan dukungan serta semangat pada kala itu.
"Hari ini saya berdiri di sini sebagai Pj gubernur berkat nasihat bapak dan nasihat-nasihat tokoh Betawi Jakarta. Saya udah kerja 30 tahun di Pemda DKI Jakarta dan saya yakin membantu memakmurkan," sambungnya.
"Tentunya kepada Pak Fauzi Bowo saya ucapkan terima kasih, saya terharu bapak selalu mendukung saya," ucap Heru.
Dalam upacara lebaran Betawi ini, turut dihadiri oleh sejumlah tokoh lain selain Fauzi Bowo, seperti ketua Pencak silat Eddie Marzuki Nalapraya, Deputi Gubernur, Marullah Matali, serta para walikota Jakarta dan seluruh jajarannya.
Acara lebaran Betawi telah digelar sejak 20-21 Mei yang bertepatan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Adapun kesenian yang dihadirkan dan kebudayaan yang ditampilkan adalah lenong, tanjidor, sorendo-rendo, gambang kromong, keroncong Jakarta, orkers Melayu, ondel-ondel dan wayang kulit Betawi.
Ada juga tradisi seperti pembuatan dodol Betawi, kebo andilan, takbiran keliling, dan permainan bledukan, Tak hanya itu, ada juga makanan khas Betawi seperti ketupat betawi, tape uli, kue keranjang, semur daging, asinan, kembang goyang, dan biji ketapang.