Proyek Sumur Resapan Dilanjut, DPRD Ingatkan: Jangan Membabi Buta

DPRD sumur resapan yang sebelumnya dibangun di lokasi yang tidak tepat. Sehingga mengganggu jalan yang ada dan menghambat mobilitas warga. Selain itu, kedalamannya tidak ideal untuk menyerap air.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Proyek Sumur Resapan Dilanjut, DPRD Ingatkan: Jangan Membabi Buta
Pembangunan Sumur Resapan di RPTRA. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemprov DKI Jakarta kembali melanjutkan pembangunan sumur resapan yang digagas sejak Gubernur Anies Baswedan. Meski nama serupa, diklaim sumur resapan model vertikal yang kini dikerjakan berbeda dengan sebelumnya.

Ketua Komisi D (pembangunan) DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengungkapkan, pihaknya setuju dengan pembangunan sumur resapan model baru atau drainase vertikal di Jakarta Selatan. Bahkan, pihaknya juga telah menyetujui penyediaan anggaran untuk mengerjakan proyek tersebut.

"Kemarin itu memang ada anggarannya, ada anggaran yang memang mau dibuat contoh sebenarnya bikin sumur resapan ini idealnya seperti apa sih. Jangan membabi buta. Kemarin kan kita ini kritisi terkait dengan pembangunannya yang memang menurut kami tidak tepat. Saya lupa anggarannya Rp1 apa 5 miliar gitu saya lupa," kata Ida kepada merdeka.com, Selasa (16/5).

Pembangunan Sumur Resapan Harus Tepat & Ideal

Ida menilai, sumur resapan yang sebelumnya dibangun di lokasi yang tidak tepat. Sehingga mengganggu jalan yang ada dan menghambat mobilitas warga.

"Yang paling memprihatinkan kan kalau dibuatnya ini di tengah jalan, di jalan-jalan yang memang jalannya sudah mulus oleh bina marga tapi dibongkar lagi untuk pembangunan sumur resapan," ujar Ida.

"Lalu ada lagi di trotoar, trotoar pedestrian. Nah kan tidak lucu. Harusnya di bawah pedestrian ini harusnya sudah ada aliran got yang harus disiapkan, kenapa mesti dibangun sures (di sana). Jadi memang wanti-wanti kita bahwa ini benar-benar buat contoh yang idealnya seperti itu," ujarnya menambahkan.

Selain soal lokasi, Ida juga menilai sumur resapan sebelumnya tak memiliki kedalaman yang ideal untuk menyerap air. Sehingga genangan tak kunjung surut setelah hujan turun.

"Lalu ada yang hanya tiga meter itu tidak bisa menyerap air dengan maksimal. Yang maksimal apa sih? harus yang sedang, kalau yang sedang itu kan harus menggunakan pipa ke bawah sampai ke titik pasir," ucap Ida.

200 Sumur Resapan di Jakarta

Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berencana membangun 200 drainase vertikal atau sumur resapan model baru untuk mengantisipasi banjir dan genangan di 10 kecamatan.

Kini, sebanyak delapan drainase vertikal itu tengah dibangun di Jl. Ciledug Raya, tepatnya di perempatan Seskoal Cipulir.

"Masing-masing 20 drainase vertikal (di setiap kecamatan). Ya lumayan lah (efektivitas menangani banjir) bisa 20 sampai 30 persen," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo ketika dikonfirmasi, Senin (15/5).

Santo menargetkan, pembangunan 200 drainase vertikal ini rampung pada Juni 2023 mendatang.

"Ini dua bulan lah InsyaAllah sudah bisa wujudkan drainase vertikal," tambah Santo.

Rekomendasi