Kelanjutan Proyek Sumur Resapan: Di Ciledug Ada yang Sudah Digali tapi Ditutup Lagi

merdeka.com mencoba melihat sumur resapan tipe baru ini ke lokasi pada Senin (15/5). Secara lebih detail, drainase vertikal ini berada tepat di bawah JPO Halte Transjakarta Seskoal arah Ciledug atau depan Hotel Fontana dan Rumah Makan Padang Sederhana.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Kelanjutan Proyek Sumur Resapan: Di Ciledug Ada yang Sudah Digali tapi Ditutup Lagi
sumur resapan di Jaksel. ©2023 Merdeka.com

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berencana membangun 200 drainase vertikal atau sumur resapan model baru untuk mengantisipasi banjir dan genangan.

Kini, sebanyak delapan sumur resapan dikabarkan tengah dibangun di Jl. Ciledug Raya, tepatnya di perempatan Seskoal Cipulir.

merdeka.com mencoba melihat sumur resapan tipe baru ini ke lokasi pada Senin (15/5). Secara lebih detail, drainase vertikal ini berada tepat di bawah JPO Halte Transjakarta Seskoal arah Ciledug atau depan Hotel Fontana dan Rumah Makan Padang Sederhana.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sudah dibangun dua sumur resapan baru ini. Namun, keduanya terlihat ditutup semen sehingga sama rata dengan jalanan.

Warga sekitar berujar, pekan lalu para pekerja Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan penggalian dan pembangunan sumur resapan di sana. Namun, pada Jumat (12/5) malam, sumur tersebut langsung ditutup karena dianggap mengganggu lalu lintas di jalan.

Terdapat juga empat buis beton berbentuk lingkaran di pinggir jalan. Jika melihat pembangunan sumur resapan sebelum-sebelumnya, beton tersebut seharusnya dimasukkan ke dalam galian di bawah tanah.

Tak lama kemudian, datang para petugas SDA dengan berpakaian kaus biru. Mereka bergegas bekerja ke tengah-tengah jalan, tepat di antara pembatas jalan arah Ciledug dan Kebayoran.

Tepatnya, mereka melakukan pekerjaan di bawah jalur layang Transjakarta. Terlihat petugas mengangkat kembali beton-beton yang sudah di pasang di sana.

Salah satu petugas mengatakan, pengerjaan sumur resapan akan dipindahkan di lokasi ini. Namun, untuk rincian pembangunannya, merdeka.com diminta untuk bertanya langsung kepada Suku Dinas SDA Jakarta Selatan.

Sayangnya, hingga saat ini pukul 11.45 Wib, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo tak merespons pesan singkat yang dikirimkan merdeka.com.

Diberitakan sebelumnya, Santo mengatakan bahwa drainase vertikal ini merupakan model baru dengan memadukan galian manual yang dilanjutkan dengan sistem pengeboran menggunakan mesin.

"Drainase Vertikal model baru ini dilakukan supaya penanganan banjir dan genangan bisa lebih maksimal," kata Santo dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (12/5).

Santo menjelaskan, drainase vertikal alias sumur resapan ini akan memiliki kedalaman sekitar 20-25 meter per unitnya. Pembangunan drainase vertikal dengan ukuran baru telah mulai dilakukan dan akan dikerjakan sepanjang 2023 ini.

Lebih lanjut, Santo menuturkan pengerjaan drainase vertikal model baru akan diawali dengan penggalian tanah sampai kedalaman tiga meter. Kemudian, dipasangi buis beton berdiameter satu meter.

"Tahap selanjutnya adalah tanah dibor menggunakan mesin sedalam sekitar 20 meter dengan menanam pipa sebesar 4 inch," jelas dia.

Rekomendasi