Inspektorat DKI Bentuk Tim Usut Pejabat Dishub Pamer Harta di Media Sosial

Inspektorat DKI membuka kemungkinan untuk memanggil istri Massdes dalam rangka klarifikasi terkait aktivitasnya di media sosial.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Inspektorat DKI Bentuk Tim Usut Pejabat Dishub Pamer Harta di Media Sosial
Istri Pejabat Dishub DKI Pamer Barang Mewah. ©2023 Merdeka.com

Inspektorat DKI Jakarta membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus istri dan anak Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Massdes Arouffy yang memamerkan kekayaan atau flexing di media sosial. Tim tersebut diberi nama Tim Pemeriksa.

"Inspektorat bentuk tim ada beberapa yang terlibat. Insya Allah timnya bergerak secara profesional. Nama timnya Tim Pemeriksa," kata Inspektur DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/4).

Tim tersebut hanya terdiri dari internal Inspektorat yang terdiri dari penanggung jawab, wakil penanggung jawab, hingga pengendali teknis.

Saat ini, pihaknya masih meminta klarifikasi dari Massdes. Ia mengklaim tim ini akan bekerja secara independen dan profesional.

"Masih berproses. Jadi kami tentu Inspektorat bergerak cepat pada saat ada dugaan seperti itu. Kita perlu kehati-hatian untuk memastikan apakah, satu, misalnya barang-barang yang ada di dalam pemberitaan itu memang betul-betul barang asli atau tidak," ucap Syaefuloh.

Syaefuloh juga menyebut ada kemungkinan istri Massdes dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait aktivitasnya di media sosial.

"Intinya adalah proses ini kita lakukan secara objektif dan profesional. Kita perlu betul-betul meyakinkan, didukung dengan bukti yang kemarin," kata Syaefuloh.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, akan membuat Instruksi Gubernur (Ingub) untuk melarang pejabat di lingkungan Pemprov memamerkan kekayaan yang dimilikinya.

"Ya, saya sudah berencana (menerbitkan Ingub)," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (3/4).

Heru mengatakan, ia sudah terlebih dahulu mengumpulkan pejabat-pejabat Pemprov DKI untuk berperilaku sederhana dalam kegiatan sehari-hari.

"Saya menjabat satu bulan di sini, saya sudah kasih, menjelaskan, perumpamaan-perumpamaan, kalimat-kalimat. Saya kumpulkan eselon II, eselon III, saya sudah jelaskan," tambah Heru.

Rekomendasi