Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, gagal ginjal akut pada anak atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) tak hanya dapat terjadi akibat kadar Etilen Glikol (EG)/Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas pada obat sirop.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, terdapat berbagai faktor penyebab GGAPA.
"Gangguan ginjal akut dapat terjadi akibat beberapa faktor, antara lain kondisi syok karena kekurangan cairan yang berat, kerusakan ginjal akibat infeksi, toksin, dan methanol, serta sumbatan saluran kemih pada tumor," kata Widy dalam pernyataan resminya, Jumat (10/2).
Widy juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan lebih waspada dengan menjaga kesehatan keluarga. Menjaga kesehatan ini, kata Widy, bisa dilakukan secara preventif agar anak tidak terserang penyakit.
“Orang tua diharapkan lebih disiplin untuk memakaikan masker kepada anak, menghindari orang sakit, menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan," terang Widy.
"Jika menemukan anak, terutama balita, yang demam, sebelum memberikan obat penurun panas, pahami tata laksana atau cara mengatasi demam pada anak yang dapat dilakukan di rumah tanpa obat,” tambah Widy.
Maka dari itu, langkah awal yang bisa dilakukan orang tua jika anak demam adalah mengukur suhu tubuh menggunakan termometer. Anak dapat dikatakan demam, jelas Widy, jika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.
Advertisement
"Bila anak mengalami demam, maka terlebih dahulu lakukan kompres dengan air hangat, hindari pemakaian baju berbahan tebal, penuhi kebutuhan cairan dengan memberikan cukup minum, terapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan lengkap dengan gizi seimbang, dan hindari konsumsi obat-obatan golongan obat keras terbatas tanpa resep dokter," ujar Widy.
Lebih lanjut, Widy menjelaskan bahwa deteksi dini GGAPA dapat dilakukan dengan memantau jumlah dan frekuensi buang air kecil anak yang sedang sakit. Ia meminta orang tua untuk tidak abai jika anak tidak buang air kecil seperti biasanya.
"Jika terjadi penurunan jumlah air seni dalam 24 jam atau bahkan sama sekali tidak buang air kecil atau anuria dalam 12 jam, segera datang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Jangan tunggu sampai anak mengalami kondisi darurat seperti badan bengkak, kesadaran menurun, serta sesak napas," kata Widy.