Aksi pembegalan semakin marak terjadi di ibu kota. Terakhir, beredar video seorang driver ojek online (ojol) dibegal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Driver tersebut, teriak-teriak minta tolong.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menjelaskan, maraknya pembegalan khususnya di Jakarta Pusat, karena meningkatnya aktivitas di Jakarta.
"Kalau kita evaluasi, dengan dibukanya kembali aktivitas masyarakat secara normal, ini geliat aktivitas pelaku kejahatan juga mulai menyasar ke berbagai tempat," kata Kombes Komarudin saat ditemui di Gedung Promotor Polda Metro Jaya, Jumat (13/1).
Komarudin mengklaim pihaknya selalu melakukan analisis dan evaluasi tindak-tindak kejahatan yang terjadi di wilayahnya.
"Dari mulai pola waktu, pola TKP, modus operandi, ini kita evaluasi sehingga pergerakan mereka pun bisa kita mapping. Titik-titik mana yang bisa kita tambah kekuatan, kita patroli," tambah Komaruddin.
Advertisement
Tidak hanya itu, pihaknya mengikuti arahan dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran untuk mengurangi tingginya kasus begal dengan cara meningkatkan imbauan atau pre-emtif dan pencegahan atau preventif.
"Bobotnya itu 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakkan hukum. Oleh karenanya peran serta masyarakat sangat memiliki andil yang cukup besar untuk kita bisa menjaga situasi. Informasikan kepada kami berbagai potensi gangguan yang mungkin timbul ataupun terliha. Segera sampaikan kepada kami karena setiap malam, 1x24 jam itu personel di jajaran Metro ini pasti ada di lapangan," jelas Komarudin.
Lebih lanjut, Komarudin mengatakan bahwa ia memiliki program Blue Light Patrol. Berarti, setiap malam akan ada kendaraan patroli di Jakarta Pusat yang berkeliling.
"Setiap malam itu kendaraan patroli wajib di luar, membirukan Jakarta Pusat. Diharapkan ya kita bisa menghilangkan niat dan kesempatan dari para pelaku kejahatan," kata Komarudin.
Mengingat kondisi PPKM yang dicabut, jumlah patroli pun ditambah. Komarudin mengklaim pihaknya menambah tiga kali lipat personel untuk berpatroli. Namun, ia tidak merinci jumlah pasti orang yang diturunkan.
"Jumlah patroli semuanya kita lipat gandakan. Bahkan saat ini sampai tiga kali lipat dari intensitas pada saat PPKM," kata Komarudin.