Anies Resmikan Pelabuhan Angke: Agar Penduduk di Kepulauan Setara dengan di Daratan

Anies mengklaim pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Selain itu, bisa menampung banyak penumpang, nyaman dan dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Anies Resmikan Pelabuhan Angke: Agar Penduduk di Kepulauan Setara dengan di Daratan
Revitalisasi Pelabuhan Muara Angke. ©2022 Merdeka.com/Lydia Fransisca

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Terminal Penumpang Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara pada Senin (3/10). Menurut Anies, revitalisasi pelabuhan dilakukan untuk menciptakan kesetaraan bagi penduduk yang tinggal di wilayah kepulauan.

"Mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Pelabuhan Muara Angke Alhamdulillah telah tuntas revitalisasinya dan dengan ini secara resmi dinyatakan digunakan," ucap Anies sebelum menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo dan Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.

Anies bercerita. Jakarta adalah sebuah kota yang terdiri dari kawasan daratan dan kepulauan. Karena itulah, pembangunan di Jakarta harus menjangkau semuanya.

"Alhamdulillah sore ini salah satu niat untuk bisa melakukan pembangunan di semua aspek tertuntaskan, terkait dengan mobilitas bagi penduduk di kepulauan untuk mereka memiliki fasilitas yang setara dengan warga yang tinggal di daratan," kata Anies.

Anies mengklaim pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Selain itu, bisa menampung banyak penumpang, nyaman dan dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

"Ini akan bisa membuat intensitas pergerakan penduduk dari pulau ke daratan dan sebaliknya meningkat dan Insya Allah peningkatan produktivitas," ujar Anies.

Syafrin mengatakan, pelabuhan ini berfokus untuk mobilitas ke pulau-pulau berpenduduk, termasuk pengangkutan barang.

"Di sini adalah layanan ke pulau-pulau yang ada penduduknya. Demikian pula nanti layanan angkutan barangnya ke pulau-pulau yang ada penduduknya," jelas Syafrin.

Luas pelabuhan kira-kira 4.000 m2. Selain itu, dilakukan juga perbaikan pada dermaga agar tetap dapat digunakan ketika air pasang.

"Dilakukan perbaikan terhadap dermaga di mana akibat dari adanya rob maka saat ini dermaga juga akan dinaikkan sekitar 1,5 meter dan untuk jangka waktu paling tidak 20 tahun ke depan maka pelabuhan ini akan aman dari ancaman rob sehingga pelayanan ke Kepulauan Seribu tetap berlangsung walaupun dalam kondisi ada air pasang," kata Syafrin.

Rekomendasi