Geruduk Kawasan Patung Kuda, Ibu-Ibu Demo Tolak Kenaikan BBM Bawa Panci hingga Sendok

Hingga berita ini ditulis dari pihak pendemo masih melakukan pembacaan selawat hingga selesai dan nanti baru akan menyampaikan orasinya.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Geruduk Kawasan Patung Kuda, Ibu-Ibu Demo Tolak Kenaikan BBM Bawa Panci hingga Sendok
Ibu-Ibu Demo Bawa Panci. Rahmat Baihaqi

Sejumlah massa dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat mulai berdatangan di kawasan patung kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka untuk menuntut menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah diumumkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Dari pantauan merdeka.com di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, sejumlah massa menghampiri patung kuda dengan diiringi dengan bacaan selawat. Suara tersebut berasal dari mobil komando yang terdiri dari dua orang yang sedang membacakan bacaan salawat.

Terlihat juga beberapa massa mengangkat tangannya untuk berdoa dan mengamini selawat sekaligus doa yang dibacakan.

Hingga berita ini ditulis dari pihak pendemo masih melakukan pembacaan selawat hingga selesai dan nanti baru akan menyampaikan orasinya.

Pendemo Perempuan Bawa Panci

Sejumlah ibu-ibu yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menggugat hadir dalam demo yang digelar oleh Gerakan Nasional Pembela Rakyat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Ibu-ibu tersebut berunjuk rasa dengan membawa alat dapur.

Tampak mereka hadir di tengah demo dengan membawa panci, penggorengan, centong nasi dan lain-lain. Para pendemo memukul-mukulkan alat dapur tersebut sebagai bentuk protes kepada pihak pemerintah yang telah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami harus mengatur semua kebutuhan kami yang biasanya standar tetapi dengan BBM naik, otomatis kami harus mencari yang lebih. Sementara pendapatan suami kami tidak bertambah," keluh Ida, salah seorang anggota Aliansi Rakyat Menggugat.

Dia juga mengungkapkan, efek lain dari kenaikan BBM tersebut bisa membuat ketidakharmonisan keluarganya. Karena bisa terjadi pertikaian karena faktor ekonomi yang tidak memadai.

"Pasti ini akan menimbulkan ketidakharmonisan di dalam rumah. Artinya larinya ke mana, pasti akan ada keributan ketika keributan tidak dapat diselesaikan pasti tingkat perceraian akan tinggi," ujar Ida.

Bawa Tiga Tuntutan

Massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) berkumpul di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jumat (23/9).

Unjuk rasa bertajuk "aksi Bela Rakyat Jilid 2" membawa tiga tuntutan yakni menuntut pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menuntut pemerintah menurunkan harga-harga, dan mendesak pemerintah menegakkan supermasi hukum.

Tiga tuntutan dituliskan besar-besar di spanduk yang dibentangkan massa aksi.

Massa menyemut di sekitaran Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Bendera merah-putih dan bendera organisasi masyarakat (ormas) tertentu berkibar seirama dengan alunan musik yang menyala dari atas mobil komando.

Orator dari atas mobil komando memberikan aba-aba kepada peserta aksi untuk terus berjalan ke Istana Negara. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah kali pengunjuk rasa.

"Ayo kita terus jalan menuju ke istana," kata orator dikutip, Jumat (23/9).

Sayangnya, massa aksi harus gigit jari. Beton-beton dihiasi kawat berduri bejejer menutup ruas jalan menuju ke Jalan Merdeka Barat. Ada tiga lapis pengamanan.

Selain beton, water barrier hitam-putih berukuran besar juga dipasang menutup jalan.

Anggota Polisi dan TNI terlihat membuat barikade di belakang pengunjuk rasa. Sementara itu, mobil baracuda dan mobil pemadam kebakaran terpakir di belakang water barrier.

Kapolda Imbau Pendemo Damai

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberikan sepatah dua patah kata menyambut kedatangan demonstran GNPR di kawasan patung kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.

Suara tersebut berasal dari sebuah speaker besar yang dipasang di dalam barikade kepolisian. Adapun speaker tersebut digunakan untuk mengimbau pengunjuk rasa.

"Saudara-saudaraku hari ini, Jumat tanggal 23 september 2022 bada salat Jumat saudara-saudaraku akan menyampaikan pendapat di muka umum, akan menyampaikan aspirasi," ucap Fadil di sebuah speaker.

Dalam sambutan tersebut, Fadil mengatakan kehadiran aparat kepolisian yang tergabung TNI untuk mengawal pengunjuk rasa yang menyampaikan pendapatnya di muka umum. Dia bahkan mengingatkan untuk tetap tertib selama proses penyampaian pendapat

"Demikian sebagai awal kami ucapkan selamat datang kepada saudara - saudaraku semuanya semoga kita diberikan petunjuk, dibina oleh Tuhan Yang Maha Esa, diberikan kemudahan dijauhkan dari segala keburukan dan didekatkan dengan semua kebaikan," tutup Fadil.

Sejumlah massa dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat mulai berdatangan di kawasan patung kudang Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka untuk menuntut menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah diumumkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Reporter: Ady Anugrahadi

Rekomendasi