Mengendarai sepeda motor, Bayu (54) menuju Tebet Eco Park. Tempat itu dia pilih untuk menghabiskan libur Lebaran. Perjalanan dari kediamannya di Bukit Duri menuju Tebet Eco Park lebih kurang 30 menit.
Bayu membonceng sang istri. Sementara anak, menantu dan cucu mengendarai motor terpisah.
Mereka memilih Tebet Eco Park karena gratis. Berprofesi sebagai tukang ojek online membuatnya tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk berlibur. Selain itu, tak perlu dipusingkan registrasi via online untuk membeli tiket.
"Biar irit, tapi tetap bisa merasakan liburan bareng anak cucu," kata Bayu semringah kepada merdeka.com, Jumat (6/5).
Alasan biaya pula yang membuat Bayu dan keluarga memutuskan tidak mudik ke Purworejo, Jawa Tengah. Ia ingin mengumpulkan uang saja dari pada dihamburkan untuk pulang kampung.
"Musim libur gini banyak juga yang naik ojol, kalau pengemudinya sedikit sementara permintaan banyak lumayan ada tambahan untuk modal pulang kampung nanti," cerita Bayu.
Bayu tampak membawa karpet kecil sebagai alas untuk duduk di taman, air minum, dan uang kecil untuk parkir.
Meski Tebet Eco Park menyediakan fasilitas gratis, di musim lebaran tahun ini kapasitas tidak mencukupi. Mau tak mau, kendaraan pengunjung parkir di bahu jalan.
"Murah meriah bukan? Parkir paling Rp5.000," ucap dia sambil tertawa ringan.
Jumlah pengunjung Tebet Eco Park di hari ini tidak kalah padat dibandingkan pada Kamis (5/5) sore. Sepeda motor pengunjung masih memadati tepi jalan akibat area parkir resmi penuh.
Saadah (50) pun demikian. Jauh-jauh dari Bekasi, dia sengaja meluangkan waktu berwisata ke Tebet Eco Park.
"Macet, parkir di pinggir jalan karena sudah ditutup untuk akses parkir di area taman," kata Saadah.
Lonjakan jumlah pengunjung ke Tebet Eco Park, membuat petugas informasi berulang kali mengingatkan pengunjung agar tidak menerobos garis yang terpasang di sudut-sudut tertentu.
Kendati demikian, tak sedikit pengunjung abai terhadap ketertiban dan aturan yang diterapkan.
Jembatan yang menjadi ikon taman ini turut dijejali pengunjung. Petugas kembali mengingatkan agar pengunjung tidak berlama-lama berada di jembatan.
"Mau cari spot foto di jembatan, tapi banyak banget orang," ucapnya.
Area favorit pengunjung ada plaza selatan. Di sana terdapat area bermain anak seperti trampolin, papan seluncur, jungkat jungkit, bukti mendaki, dan fasilitas olahraga.
Pasukan oranye dan hijau, kerap berlalu-lalang memastikan agar kebersihan tamat tetap terjaga.