Membongkar Modus Operasi Koordinator PMKS di Jakarta Barat

Suprapto menjelaskan, umumnya, para koordinator PMKS itu menggunakan dua sampai tiga mobil untuk menurunkan gelandangan dan pengemis di pinggir jalan. Operasi tersebut biasanya dilakukan pada malam hari.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Membongkar Modus Operasi Koordinator PMKS di Jakarta Barat
Nenek Manusia Silver di Tangerang. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) membongkar modus operasi para koordinator Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama Ramadan.

"Mereka diturunkan di satu wilayah, biasa tengah malam. Kemudian mereka menyebar ke kampung-kampung untuk beroperasi," kata Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat Suprapto, saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (20/4).

Dia menjelaskan, umumnya, para koordinator PMKS itu menggunakan dua sampai tiga mobil untuk menurunkan gelandangan dan pengemis di pinggir jalan. Operasi tersebut biasanya dilakukan pada malam hari.

Setelah itu, para PMKS yang rata-rata terdiri dari pengemis, gelandangan, pengamen hingga manusia silver beroperasi dari pagi hingga menjelang sore. Mereka menyasar ke rumah warga, tempat umum hingga masjid.

Memasuki malam hari, mereka kembali ke titik pertemuan yang sudah dijanjikan koordinator untuk memberikan uang setoran.

Seperti dilansir dari Antara, Suprapto mengaku sejauh ini petugasnya berhasil menjaring beberapa PMKS. Namun demikian, petugas tampak kesulitan menjaring koordinator yang berperan sebagai otak operasi PMKS ini.

Alhasil, hingga saat ini pihaknya belum menangkap satu pun koordinator PKMS di wilayah Jakarta Barat. Sejauh ini, pihaknya baru menjaring 120 PMKS selama bulan Ramadan.

Suprapto memastikan akan meningkatkan intensitas penjaringan PMKS agar kota Jakarta Barat terlihat aman dan nyaman selama bulan Ramadan.

Rekomendasi