Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bercerita pernah dikomentari seorang pejabat tinggi lantaran kurangnya tempat sampah di Moda Raya Terpadu (MRT). Anies pun memberi tahu alasannya bahwa sampah memang harus dibawa pulang.
"Pernah saya mendapat komentar salah seorang pejabat tinggi mengomentari Pak Gub usul Pak Gub ini dari hasil observasi saya di MRT kurang tempat sampah," katanya dalam acara Hari Peduli Sampah Nasional di TPST Bantargebang, Bekasi, Senin (21/2).
"Jadi saya sampaikan bukan kurang tempat sampah memang tidak ada tempat sampah, lalu kalau ada sampah gimana? Ya dikantongin bawa pulang," kata dia.
Eks Mendikbud mengingatkan agar seluruh muka bumi ini jangan ditempatkan sebagai tempat sampah. Ataupun seringkali disebut residu.
Anies lalu memberi contoh mengenai jeruk yang sudah dikupas kulitnya. Dia berpendapat kulit jeruk yang sudah dikupas statusnya tidak berbeda dengan yang belum dikupas.
"Jeruk yang kita pegang dengan nyaman begitu dikupas kulitnya menjadi sesuatu yang tidak ingin disentuh lagi padahal tadi disentuh dengan nyaman hanya karena sudah dikupas dia berubah statusnya menjadi sampah, dan dipegang dengan perasaan ini sesuatu yang bukan bersih lagi," ujarnya.
"Padahal tidak ada yang berubah di situ, kesadaran kita tentang pengelolaan sisa ini harus ditumbuhkan," tandas Anies.