Pemprov DKI Ingatkan Orang Mampu Tak Pakai Fasilitas Isolasi untuk Warga Tak Mampu

Pemprov DKI Jakarta mengingatkan kepada masyarakat mampu tempat isoter diperuntukan bagi kalangan menengah ke bawah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemprov DKI Ingatkan Orang Mampu Tak Pakai Fasilitas Isolasi untuk Warga Tak Mampu
Prosedur Penanganan Pasien OTG Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat kalangan mampu atau orang kaya menjalani isolasi mandiri di hotel bukan memanfaatkan fasilitas isolasi terkendali (isoter) disediakan pemerintah. Pemprov DKI Jakarta mengingatkan kepada masyarakat mampu tempat isoter diperuntukan bagi kalangan menengah ke bawah.

"Kita harapkan keluarga mampu, orang kaya itu agar memanfaatkan hotel-hotel yang berbayar. Jadi mereka bisa membiayai sendiri memasuki hotel-hotel," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam rapat bersama DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/2).

Menurut Isnawa, orang kaya dapat isolasi tanpa memanfaatkan fasilitas isoter. Dia menekankan orang kaya tidak merebut jatah orang miskin jika sewaktu-waktu mereka terkonfirmasi positif Covid-19 untuk isolasi.

"Bahkan ada yang sampai misalnya (biaya isolasi di hotel) Rp20 juta dan lain-lain itu kan mereka mampu kan, jadi mereka tidak mengganggu porsi untuk orang-orang kecil," kata dia.

DPRD Dukung Pemprov DKI Jakarta

Pernyataan itu mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Inggard Joshua. Dia meminta agar warga Ibu Kota yang tergolong mempunyai ekonomi mampu tak membebankan biaya isolasi kepada dana APBD.

"Jadi jangan orang kaya itu pelit-pelit ya. Kan betul kan, udah dapet duit banyak terus pakai lagi uang APBD, bayar kan itu semua. Walaupun gratis, kan dibayar pake uang APBD jadi harus ada skala prioritas. Itu makanya kita perlu jadi harus ada satu peraturan pak," ujar dia.

Inggard menilai bahwa hal itu perlu dikukuhkan dengan suatu kebijakan supaya mereka yang kaya tak turut bergantung pada dana APBD DKI.

"Tolong koordinasikan Biro Hukum ya, mungkin saya pikir itu menjadi catatan karena orang kaya ini terkadang berlagak miskin kan gitu. Yang miskin haknya dipakai sama orang kaya," tutur dia.

Enam Tempat Isoter Disiapkan Pemprov DKI

Isnawa mengatakan bahwa Pemprov DKI telah menyiakan enam tempat isoter guna menghadapi serbuan Omicron di ibu kota.

"Satu minggu ini saya mempersiapkan isoter. Ada enam lokasi kita mengantisipasi lonjakan kasus Omicron pak. Saya aktif ikut Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pangdam, di rapat zoom meet bersama Pak Menko dan Mendagri, Menkes terus memonitor perkembangan kasus Omicron khususnya di DKI Jakarta," kata dia.

Lokasi isolasi terpusat ini hanya diperuntukkan kepada pasien Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG), gejala ringan, dan tidak memiliki komorbid. Sedangkan, pasien bergejala sedang, berat, dan kritis dirawat di rumah sakit.

Tempat tidur di enam isolasi terpusat yang disediakan sebanyak 921, dengan rincian 77 tempat tidur di CIS Mansion, lalu 194 tempat tidur di Graha Wisata Ragunan. Selanjutnya, ada sebanyak 100 tempat tidur isolasi di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, 150 tempat tidur di LPMP, 100 tempat tidur Masjid Raya Hasyim Ashari, dan 100 tempat tidur Wisma Adhyaksa Puri Loka.

Reporter: Yopi Makdori/Liputan6.com

Rekomendasi