Seorang Anggota TNI Tewas Diduga Dianiaya di Penjaringan Jakut

Febri juga mengatakan jika dari kejadian ini juga turut memakan korban warga sipil yang mengalami luka parah akibat senjata tajam, dan masih dalam perawatan dengan keadaan kritis.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Seorang Anggota TNI Tewas Diduga Dianiaya di Penjaringan Jakut
Ilustrasi garis polisi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Seorang Anggota TNI AD berinisial S (23) dikabarkan menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal di jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) sekitar pukul 03.00 Wib, Minggu (16/1) dini hari.

Kabar itu pun telah dibenarkan, Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya, jika kasus ini sedang dalam penyelidikan untuk mengungkap kejadian pembunuhan tersebut.

"Masih proses penyelidikan, Polda, Polres dan Polsek," kata Febri saat dikonfirmasi Minggu (16/1).

Sementara, Febri juga mengatakan jika dari kejadian ini juga turut memakan korban warga sipil yang mengalami luka parah akibat senjata tajam, dan masih dalam perawatan dengan keadaan kritis.

"Sipil korban satu orang," sebutnya

Adapun kabar insiden penganiayaan ini beredar melalui pesan singkat. Dimana dari laporan yang ada, dikabarkan jika personel TNI itu tewas dianiaya sekelompok orang.

Dari pantauan merdeka.com di lokasi yang tepat berada di samping Danau Pluit, tempat kejadian perkara (TKP) telah dibentangkan garis polisi melingkari sekitar 6x6 meter persegi di pinggir jalan.

Di lokasi juga terlihat sebuah sebuah lapal beserta serta kursi yang terbalik di tanah pinggir jalan. Serta tiga buah gerobak yang ikut dilingkari garis polisi.

Sedangkan, di titik TKP sekitar garis polisi sudah tidak ada bekas darah dari korban. Hanya ada bekas tuangan oli yang berada tepat di depan gerobak.

Adapun keterangan seorang pedagang warung tepat di samping TKP, Melani mengaku tidak mengetahui kejadian itu. Karena dirinya menutup warung sekitar pukul 23.30 Wib, sedangkan kejadian diperkirakan sekitar 03.00 Wib dini hari.

"Waduh, saya nggak liat. Soalnya malam itu sudah tutup kan. Jadi kalau kejadiannya dini hari engga tau," ujarnya.

Melani hanya mengetahui ketika hendak membuka warung sekitar pukul 11.00 Wib siang, lokasi di TKP sudah ramai dikerumuni pihak TNI maupun Kepolisian yang sekaligus membentang garis polisi.

"Saya pokoknya pagi, sudah ramai TNI dan Polisi gitu. Sama garis polisi," katanya.

Rekomendasi