Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab kritikan dicopotnya atap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Karet, Sudirman, Jakarta Pusat. Tidak adanya atap membuat JPO yang diadaptasi dari Kapal Pinisi khas Makassar itu disebut tidak ramah pejalan kaki.
"JPO itu membuat orang ingin cepat-cepat turun, kenapa? Karena tidak memberikan pengalaman," kata Anies lewat video di akun YouTube Anies Baswedan, Sabtu (15/1).
Anies lantas meminta agar atap JPO dicopot dan menjadikan JPO ruang ketiga. Ruang ketiga yang dimaksud adalah ruang interaksi dan ruang mendapat pengalaman baru.
"Copot saja atapnya lalu dijadikan sebagai tempat orang bisa dapat pengalaman baru, lalu ada yang tanya, 'Pak kalau hujan gimana?' Loh dia menghubungkan tempat yang tanpa atap ke tanpa atap, ya enggak perlu atap juga," jelas Anies.
Anies menyebut JPO menghubungkan dua tempat outdoor sehingga tidak perlu ada atap. Berbeda kasus apabila JPO menghubungkan dua gedung.
"Kalau dia menghubungkan gedung ke gedung maka perlu atap kalau outdoor ke outdoor tidak perlu atap. Ini prinsip sederhana," kata Anies.
Kini, Anies menyebut JPO yang telah dibangun atau direvitalisasi Pemprov DKI tidak hanya sekadar jembatan melainkan tempat berkumpul atau sekadar berselfie.
"Siapa saja bisa naik JPO, itu yang tadinya tempat (penghubung) satu tempat ke tempat lain, jadi tempat yang datang untuk dapat pengalaman di Jakarta," kata Anies.
Reporter: Delvira
Sumber : Liputan6.com