Soal Omicron, Ketua DPRD DKI Sebut Pemerintah jangan Menakuti Masyarakat

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ingin agar pemerintah tidak menakut-nakuti masyarakat terkait dengan virus Covid-19 varian Omicron, yang masih melanda Indonesia.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Soal Omicron, Ketua DPRD DKI Sebut Pemerintah jangan Menakuti Masyarakat
Ketua DPRD DKI Jakarta serahkan LHKPN. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ingin agar pemerintah tidak menakut-nakuti masyarakat terkait dengan virus Covid-19 varian Omicron, yang masih melanda Indonesia.

"Kita sebagai pemerintah jangan menakut-nakuti ke masyarakat juga, Omicron ini ada datang begana begini," kata Edi kepada wartawan, Minggu (9/1).

Dia ingin, agar lebih melakukan sosialisasi terhadap masyarakat akan bahaya Omicron tersebut. "Kita sosialisasi tugas kita sosialisasi kasih tahu lah," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ada, seperti menjaga jarak dan membersihkan tangan.

"Kita mengimbau kepada masyarakat Jakarta sekali lagi, jangan sampai ya kita lupa dengan prtokol kesehatan, membersihkan tangan, jaga jarak. Itu yang penting itu kok sekarang itu," tutupnya.

Diketahui, kasus Omicron di Jakarta hingga 7 Januari berjumlah 310. Penularan virus varian Omicron itu terjadi di dua kategori.

Pertama, 270 kasus Omicron didapat dari hasil tes sampel orang dengan memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Kedua, 40 kasus merupakan transmisi lokal.

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melaporkan ada penambahan 224 kasus aktif Covid-19. Adanya penambahan kasus ini, total kasus aktif di Jakarta mencapai 1.394 orang.

Kasus aktif merupakan istilah untuk pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi di rumah sakit rujukan atau isolasi terpusat.

Tingginya penambahan kasus, seiring konfirmasi penularan varian Omicron di Jakarta.

Rekomendasi