Polda Metro Jaya mengungkap bahwa FN seorang pelajar berumur 17 tahun yang diduga sebagai admin dari akun instagram @panjang.umur.perlawanan memiliki keterkaitan dengan kelompok admin anarko.
Perlu diketahui bahwa polisi turut menahan admin akun instagram @panjang.umur.perlawanan lantaran turut membuat memuat konten hasutan dan provokasi untuk membuat kerusuhan dalam sejumlah aksi yang berlangsung di Jakarta beberapa hari lalu.
"Di sini kami sudah menangkap admin dari akun Instagram panjang umur perlawanan yang ini merupakan admin kelompok anarko. Atas nama inisial FN 17 tahun yang masih pelajar," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers, Selasa (27/10).
Atas hal itu, Nana menyampaikan polisi terus melakukan pengembangan serta mendalami baik dari kelompok pelajar dan anarko guna mencari siapa oknum yang penggeraknya.
"Kaitannya antara pelajar dengan kelompok anarko. Kalau kita lihat kelompok Facebook STM Sejabodetabek hampir mirip perilaku yang mereka lakukan. Jadi isinya hasutan untuk demo anarkis, demo rusuh," katanya.
"Atas hal ini, kami akan mendalami keterkaitan antara kelompok pelajar dan anarko ini. Untuk mengungkap siapa penggerak dan kami akan terus lakukan pengejaran terhadap mereka ini. Untuk pengungkapan jaringan demo anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu," sambungnya.
Advertisement
Polisi Dalami Keterkaitan Kelompok Pelajar dengan Anarko
Lebih jauh, Nana menjelaskan tentang penyebutan kelompok anarko ini adalah kelompok yang disadur dari kata anarkis. Dengan tujuan untuk sebuah kebebasan dengan adanya kekerasan.
"Memang mereka anti kemapanan, kelompok anti kemapanan. Dulu saat sebelum kita Amankan ataupun Kita tangkapi, mereka mempunyai simbol lambang A dilingkari," jelasnya.
"Kemudian mereka selalu menggunakan seragam hitam-hitam, tetapi setelah mereka diketahui mereka berupaya menghilangkan identitas tersebut. Jadi sekarang mereka melakukan setiap kegiatannya sudah tidak menggunakan lambang-lambang ataupun seragam yang ada," sambungnya.
Berdasarkan bukti dan data yang telah dikumpulkan, Nana mengatakan bahwa polisi akan mendalami keterkaitan kelompok pelajar dengan kelompok anarko. Sebagai tindakan pencegahan disusupinya para pelajar dengan pemahaman anarko.
"Apakah pelajar ini sudah disusupi oleh mereka (anarko) kok kenapa pelajar saat ini. Dan Ini oknum, bukan belajar, Apakah mereka sudah termakan ajaran mereka, ideologi mereka, ini sedang kami dalami, dan ini bukan hanya tugas kepolisian tetapi juga pemerintah, kami bersama-sama untuk mendalami ini," pungkasnya.