Polda Metro Jaya menahan dua mobil bertuliskan ambulans saat unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja pada 13 Oktober kemarin. Polisi menduga kuat mobil itu digunakan untuk mengangkut batu hingga makanan yang akan diberikan ke pendemo.
"Jadi memang empat orang yang kami amankan sebenarnya. Semua total ada 11 orang dari 2 mobil ambulans kejadian di Menteng sekitar pukul 6 sore," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Kamis (15/10).
Yusri menambahkan, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan tersangka. Menurut dia, perkara ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
"Alat bukti untuk mengumpulkan konstruksi pasal apa yang dipersangkakan pada mereka nantinya," ujar dia.
Saat ini, 11 orang itu saat ini telah dipulangkan bersamaan dengan terduga perusuh lain. Yusri tak menyebut identitas 11 orang tersebut. Dia hanya mengatakan, bahwa seluruhnya adalah relawan.
"Ya relawan. Semuanya sudah kita kembalikan. Oke," ujar dia.
Advertisement
Detik-detik pengadangan dan penangkapan sopir ambulans viral di media sosial dalam kerusuhan usai demo tolak RUU Cipta Kerja di Jakarta Pusat. Terlihat anggota Brimob mengepung sebuah mobil tersebut. Namun, sopir berusaha melarikan diri dengan memundurkan kendaraan.
Beberapa anggota Brimob mengejar ambulans tersebut. Bahkan ada yang sampai menembakinya dengan gas air mata. Tapi, sopir ogah berhenti.
Sebelumnya, polisi menduga sejumlah pihak yang sengaja memfasilitasi pendemo dengan memberikan makanan bahkan batu menggunakan mobil ambulans untuk melakukan aksi anarkis.
"Semua masih kita dalami. Tetapi memang droping makanannya ada. Ada kendaraan-kendaraan yang sudah kita deteksi, nah ini modus baru lagi sekarang ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10) kemarin.
Bahkan, dia menjelaskan, pengiriman makanan maupun benda-benda untuk melakukan tindakan anarkis sengaja disembunyikan di dalam ambulans yang bebas bergerak saat aksi unjuk rasa.
"Ada yang menggunakan kendaraan ambulans yang bebas bergerak ini. Ada juga kendaraan-kendaraan pribadi sudah terdeteksi semuanya dan kita lakukan pendalaman," ungkapnya.
"Mereka menyiapkan makanan semuanya. Bahkan ada indikasi menyiapkan alat-alat seperti batu untuk demonstrasi melakukan pelemparan-pelemparan," tutup Yusri.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com