Cerita Kurir Barang, Pasrah Hingga Sulit Masuk Kampung

Dia menyadari resiko pekerjaan di tengah pandemi saat ini. Terus bekerja membuatnya sangat rentan terpapar virus Corona, karena mengantarkan barang ke berbagai lokasi dan bertemu dengan banyak orang.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Cerita Kurir Barang, Pasrah Hingga Sulit Masuk Kampung
Bisnis Pengiriman Barang. istimewa @2020 Merdeka.com

Tidak kena imbas PHK, Kurniawan (23) sebagai kurir ekspedisi barang turut bersyukur atas kondisi pekerjaannya yang tetap stabil. Karena penggunaan layanan jasa antar barang tetap berjalan di tengah pandemi virus Corona saat ini.

"Jadi untuk pengiriman, dari sisi kurir sih, pengiriman barang itu lebih sepi tapi sekalinya ada pengiriman itu langsung banyak dan ke beragam tempat sekaligus. Jadi serentak gitu," katanya saat diwawancarai merdeka.com, Rabu (15/4).

Dia menyadari resiko pekerjaan di tengah pandemi saat ini. Terus bekerja membuatnya sangat rentan terpapar virus Corona, karena mengantarkan barang ke berbagai lokasi dan bertemu dengan banyak orang.

Atas hal itu, Kurniawan hanya bisa mencoba melindungi diri sebaik mungkin dan menyerahkan keselamatannya kepada Tuhan.

"Kadang kami pun merasa khawatir dengan kondisi diri kami sendiri berkeliling banyak tempat antarkan paket. Kita hanya bisa terus berpikir yang baik, kerjaan kita kan bantu masyarakat, jadi insyaAllah dikasih kesehatan sama Tuhan," ujarnya.

"Dan alhamdulillah si kantor juga memberikan perhatian kepada kami seperti memberi sarung tangan, masker dan hand sanitizer. Buat bekel kita," sambung Kurniawan.

Selain takutnya terkena Corona, kondisi penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu tantangan baginya. Pasalnya banyak akses masuk perkampungan yang ditutup warga.

Penutupan akses kampung tersebut, ia memahami sebagai upaya pencegahan yang dilakukan oleh warga terhadap kampungnya.

Bila sudah menghadapi penjagaan akses masuk kampung, Kurniawan dengan sabar menjelaskan kepada masyarakat yang menjaga. Beragam keterangan seperti izin tugas, identitas hingga menunjukkan kartu anggota pun ditunjukan agar dirinya dapat diberikan akses masuk.

"Bahkan sudah ada surat resmi dari kementerian pun, masih ada wilayah yang melarang orang selain masyarakat sekitar untuk masuk ke dalemnya termasuk kita para kurir. Tapi kita paham dengan kondisi saat ini," ungkapnya.

Kalau kondisi itu sudah terjadi, Kurniawan hanya bisa menelepon kepada pelanggan kalau paket telah sampai dan dititipkan ke salah satu warga di sana.

"Untungnya para pelanggan mengerti si kalau dititipin paketnya, tapi yang sulit kalau paket barang dengan jumlah yang banyak. Mau engga mau, kita yakini masyarakatnya," katanya.

Terhadap kondisi pandemi yang semakin meluas ini, ia mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap di rumah dan kepada pemerintah harus mampu mencukupi kebutuhan pokok masyarakatnya.

"Saya mengharapkan pemerintah terus memperhatikan imbas dari virus ini. Kalau memang masyarakat diimbau untuk di rumah aja, tolong cukupkan kebutuhan mereka. Dan kami siap antarkan kebutuhan mereka apapun resikonya," tutupnya.

Rekomendasi