Kasus pemukulan anak Menpora, Sandiaga minta Jakmania tak selalu disalahkan

Kasus pemukulan anak Menpora, Sandiaga minta Jakmania tak selalu disalahkan. Dia mengatakan, Jakmania merupakan kumpulan suporter klub Persija yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Ibu Kota. Sandiaga menegaskan, jangan sampai citra Jakmania rusak hanya karena segelintir anggotanya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kasus pemukulan anak Menpora, Sandiaga minta Jakmania tak selalu disalahkan
Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat tidak selalu menyalahkan Jakmania terkait kasus pemukulan anak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Dia menyarankan kasus tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Kita harapkan Jakmania jangan selalu dipersalahkan. Kita kembalikan pada proses penegakan aturan," ujar Sandi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (2/7/2018).

Dia mengatakan, Jakmania merupakan kumpulan suporter klub Persija yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Ibu Kota. Sandiaga menegaskan, jangan sampai citra Jakmania rusak hanya karena segelintir anggotanya.

"Jangan sampai Jakmania yang sekarang lagi dibangun semangat dan keteladanannya, dirusak oleh perilaku satu dua oknum yang mengaku Jakmania," ucapnya.

Ia mendukung aparat kepolisian untuk menegakkan aturan. "Saya mendukung aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum dan semua harus sesuai dengan aturan," ujar dia.

Sebelumnya, dalam video yang tersebar di sosial media, putra Imam Nahrawi saat itu diusir dari tribun penonton. Hal itu lantaran ekspresi senang yang diluapkan saat penyerang Persebaya Rishadi Fauzi, mencetak gol ke gawang Persija pada menit ke-20.

Kepala putra Imam Nahrawi pun kena pukul. Sebelum semakin memanas, sejumlah suporter lain merelai perselisihan tersebut dan menenangkan suasana. Namun kini, polisi sudah mengamankan oknum Jakmania yang memukul anak Menpora Imam Nahrawi.

"Yang diduga pelaku sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Menurut Argo, laporan pemukulan anak Menpora sudah dibuat pada Jumat 29 Juni malam kemarin. Tidak lama, polisi bergegas mencari terlapor dan langsung dibawa ke Polres Jakarta Selatan.

"Sedang dimintai keterangan," kata Argo.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan menambahkan, aduan langsung dibuat sendiri oleh anak Menpora selaku korban. Laporan tersebut bernomor LP/1143/K/VI/2018/PMJ/Restro Jaksel dengan nama korban tercantum Ahmad Sirou Fadlolloh. "Dari korban sendiri dan kuasa hukumnya," kata Stefanus.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi