Pernah terima pasien BPJS, RS Mitra Keluarga malah tolak bayi Debora

Koesmedi mengatakan, RS Mitra Keluarga sebelumnya belum bekerja sama dengan BPJS. Namun kala itu, mereka malah bisa menerima pasien yang menggunakan asuransi kesehatan milik pemerintah itu.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Pernah terima pasien BPJS, RS Mitra Keluarga malah tolak bayi Debora
Dinkes DKI dan RS Mitra Keluarga gelar konpers terkait Deborah. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres ternyata sudah pernah berurusan dengan pasien yang menggunakan BPJS. Sehingga ini membuat Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mempertanyakan mengapa bayi Tiara Debora tidak diperlakukan serupa.Koesmedi mengatakan, RS Mitra Keluarga sebelumnya belum bekerja sama dengan BPJS. Namun kala itu, mereka malah bisa menerima pasien yang menggunakan asuransi kesehatan milik pemerintah itu."Ketika tahu dia pasien BPJS, rumah sakit ini kan juga pernah, walaupun dia belum bekerja sama dengan BPJS, tapi dia sudah beberapa kali menagih ke BPJS dengan cara seperti itu," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/9). "Kenapa dengan pasien ini (Debora) tidak diperlakukan seperti itu," tambah Koesmedi.Dia mengungkapkan, RS Mitra Keluarga sebelumnya pernah melakukan penagihan terhadap pasien pengguna BPJS. Bahkan, informasi yang diterimanya menyatakan pasien itu sampai menginap tiga sampai empat hari di rumah sakit."Artinya dia (RS Mitra Keluarga) menagih kegawatdaruratan ke BPJS, dengan kondisi dia belum bekerja sama dgn BPJS itu dia sudah pernah menagih," jelasnya.Namun, Koesmedi mengatakan, ada kemungkinan pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga tak mengetahui jika mereka harus memastikan kondisi pasien stabil terlebih dahulu. "Kemarin kan dia (RS Mitra Keluarga) menyatakan dia gak tau kalau kegawatdaruratan itu sampai proses stabil," tutupnya.

Rekomendasi