2 Pekan ke depan, pedagang Pasar Senen bersih dari tepi jalan

2 Pekan ke depan, pedagang Pasar Senen bersih dari tepi jalan. Pemprov DKI menegaskan belum ada rencana relokasi pedagang ke tempat lain. Sebab para pedagang terlihat lebih nyaman berjualan di Pasar Senen dibandingkan di tempat lainnya. "Kalau masih ada yang di luar berarti mereka bukan pedagang aslinya."

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
2 Pekan ke depan, pedagang Pasar Senen bersih dari tepi jalan
Kebakaran Pasar Senen. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, telah meminta PD Pasar Jaya dan PT Pembangunan Jaya merelokasi pedagang Pasar Senen yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu. Kebakaran itu membuat pedagang Pasar Senen berjualan di pinggir jalan tak jauh. "Pasar Senen sudah kita minta pada Pasar Jaya dan pembangunan jaya yang akan melaksanakan pembangunan di blok 1 dan 2 yang kemarin terbakar. Sementara ini mereka kita minta untuk menyediakan tempat relokasi," kata Saefullah usai memimpin Rapat Pimpinan di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1).Rencananya, pedagang tersebut akan di relokasi ke Blok V dalam dua minggu mendatang. Ada sekitar 840 pedagang yang bisa ditampung di lantai 1 dan 2. Sementara sisanya 400 pedagang akan ditempatkan di lantai 5 dan 6. Dia menurutnya, selama ini keluhan para pedagang takut direlokasi karena sepi pembeli, kurang nyaman dan tak ada eskalator."Sedang dicarikan solusi tapi saya minta 2 minggu ke depan pedagang yang sekarang ada di trotoar dan jalan kalau kios sudah ditempati mereka semua harus masuk. Kalau masih ada yang di luar berarti mereka bukan pedagang aslinya. Maka akan kita tertibkan karena jalan dan trotoar itu punya publik, tidak boleh digunakan untuk berdagang secara massal," tutur Saefullah.Untuk membujuk para pedagang agar mau direlokasi ke Blok V pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Wali Kota Jakarta Pusat. Sementara untuk keluhan di lantai 5 dan 6, Saefullah mengatakan, akan mengambil jalan tengah dengan menjadikan tempat berjualan kue subuh digabung dengan pedagang biasa. "Maka solusinya ruang tempat pedagang kue subuh akan dipakai pada siang hari oleh pedagang. Malam harinya mulai 7 malam pedagang kue. Jadi 1 lokasi ada 2 fungsi. Jadi kue subuh gantian. Kalau pagi untuk yang biasa dagang siang, malamnya untuk pedagang kue," terang Saefullah.Hingga kini, Pemprov DKI menegaskan belum ada rencana relokasi pedagang ke tempat lain. Sebab para pedagang terlihat lebih nyaman berjualan di Pasar Senen dibandingkan di tempat lainnya. "Belum ada pemikiran digeser (ke tempat lain). Mereka yang sudah terbiasa berdagang di Senen mungkin sudah nyaman," tutupnya.

Rekomendasi