RAr alias Arief (24), salah satu tersangka pembunuh Eno Farihah tiba-tiba mengeluarkan nama Dimas saat memberi kesaksian di persidangan tersangka RAl alias Alim, Rabu (8/6). Polisi disebut salah tangkap dengan membekuk Alim, yang seharusnya Dimas sebagai pelaku sebenarnya.Namun sehari setelah sidang, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa kesaksian Arief bohong. Dimas dengan tompel di bagian wajahnya, yang disebut-sebut oleh Arief itu tak pernah ada alias fiktif."Jadi Dimas dengan tompelnya itu tak ada. Itu bisa-bisanya tersangka saja," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Kamis (9/6).Dengan demikian, Budi memastikan tak pernah ada nama Dimas dalam kasus kematian Eno ini. Sehingga penyidik tak perlu repot mencari siapa Dimas yang dimaksud. "Jadi enggak ada nama Dimas, enggak perlu diselidiki. Kita jangan ikut kebawa mereka dong," ucapnya.Disinggung Arief nangis pada saat memberi kesaksian, Budi memaparkan bukan karena merasa bersalah telah memberi BAP bohong tentang Alim (yang ternyata kesaksian itu malah berbohong). Tetapi, kata Budi, karena menangis saat melihat foto korban."Dia nangis bukan karena dia nyesel BAP Alim yang katanya bohong. Dan perlu dicatat bahwa si Arief kemarin nangis di persidangan bukan karena hal lain tapi karena dia melihat foto jenazah Eno. Dalam hatinya dia menyesal membunuh Eno. Itu habis sidang dia kita tanya, kita interogasi secara persuasif. Kamu kenapa kok enggak sama dengan BAP nya, kan gitu," tutupnya.
Polisi pastikan tak ada nama Dimas di kasus pembunuhan Eno
Dimas dengan tompel di bagian wajahnya, yang disebut-sebut oleh Arief itu tak pernah ada alias fiktif.
Rekomendasi