Ahok sebut aplikasi qlue justru mudahkan RT/RW buat laporan

"Katanya jadi RT RW mau bantu masyarakat, kalau mau bantu ya ikut sistem dong," kata Ahok.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ahok sebut aplikasi qlue justru mudahkan RT/RW buat laporan
Ahok di Ciliwung. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, SK Gubernur Nomor 903 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan tugas dan fungsi RT dan RW di DKI justru memudahkan pejabat setempat untuk membuat laporan.

Sebab, di setiap laporan yang masuk lewat aplikasi 'qlue' akan tercatat langsung oleh sistem komputer."Kalau kamu enggak lapor di qlue itu enggak akan tercatat di sistem komputer. Kalau kamu lapor di qlue, begitu kamu lapor, itu ada tanda merah yang ada di sistem komputer yang langsung terhubung ke lurah sama SKPD setempat," tutur Basuki di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (30/5).Selain langsung terlaporkan kepada pihak yang bersangkutan, aplikasi qlue juga mempercepat adanya tindak lanjut dari pelaporan tersebut. Sehingga Basuki atau akrab Ahok bisa melihat secara langsung kinerja dari para bawahannya itu."Kalau enggak dikerjain (laporan dari warga) warnanya akan terus merah. Kalau sudah upload foto baru berubah jadi hijau. Jadi bisa dipantau mana yang lurah nya aktif sama mana yang enggak," terang Ahok.Mantan Bupati Belitung Timur ini justru mempertanyakan komitmen para ketua RT dan RW yang menolak diberlakukannya SK gubernur tersebut. Pasalnya, tugas RT dan RW memang membantu masyarakat. Karenanya Ahok membuat sistem yang memudahkan untuk menyampaikan laporan dari masyarakat."Katanya jadi RT RW mau bantu masyarakat, kalau mau bantu ya ikut sistem dong," kata Ahok.Ahok menilai, pelaporan lewat aplikasi qlue justru mempermudah berbagai pihak untuk membuat laporan. Lewat aplikasi qlue, RT RW tak perlu lagi membuat laporan lewat tulisan tangan dan kertas. Terlebih memudahkan penerima laporan untuk membacanya."Kalau kamu catat pakai tangan itu lebih susah daripada pencet pakai tangan. Kalau pakai tulis tangan, sehari ada 3 laporan. Dikasih laporan 100 lembar saja kamu pusingkan," ungkap Ahok."Sekarang itu, kelurahan ada 13 item yang harus dilaporkan. Kamu saya kasih 13 item sehari, sebulan ada 300-400an. Dikalikan seribu, kamu bisa baca enggak? Nah, Makanya harus ada sistem," tambah Ahok.

Rekomendasi