Kepala BNPT minta teroris ditahan terpisah & keamanan maksimal

"Kalau dikumpulkan tokoh-tokoh yang utama ini, mereka malah membuat rencana lain," tegas Tito.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Kepala BNPT minta teroris ditahan terpisah & keamanan maksimal
Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Tito Karnavian, menilai perlakuan terhadap pelaku terorisme yang dibekuk harus diubah. Dia mengusulkan pentolan kelompok teroris yang dibekuk tidak ditempatkan di satu sel yang sama."BNPT melihat bahwa kalau dikumpulkan tokoh-tokoh yang utama ini, mereka malah membuat rencana lain," kata Tito di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/4).Dia mencontohkan penempatan pelaku teror yang ditahan di Cipinang dan di Nusakambangan."Di tahanan Cipinang para tokoh itu dikumpulkan, tokoh ini mereka membuat perencanaan malah. Jadi tokohnya ada di situ, nah pada waktu besuk, anak buahnya datang, pengikutnya datang, nah anak buahnya malah saling kenal berinteraksi, sehingga kasus pelatihan Aceh di Janto itu direncanakan di Cipinang, itu berkasnya bisa dibuka kan," ungkapnya.Kemudian kasus kedua, ungkap Tito, yakni dalam kasus bom Thamrin direncanakan di Nusakambangan oleh tokoh tokoh terorisme.Atas dasar temuan itulah, katanya, BNPT mengusulkan tokoh-tokoh utama kelompok teror dipisahkan dan diberikan maximum security."Mereka dijaga ketat, jangan diberikan akses untuk HP yang bisa kemudian berhubungan langsung yang kemudian mereka membuat rencana, rahasia tujuan untuk mengonsolidasikan rancangan kekuatan," tutupnya.

Rekomendasi