Siapa benar Sunny atau Sanusi pengembang lobi Ahok soal reklamasi

Saat ini, KPK masih menelusuri keterlibatan Sunny dalam kasus suap Sanusi dan pengembang.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Siapa benar Sunny atau Sanusi pengembang lobi Ahok soal reklamasi
Sunny Tanuwidjaja. ©2016 merdeka.com/raynaldo ghifari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus korupsi dalam pembahasan dua raperda terkait reklamasi. Saat ini, Raperda Zonasi dan Raperda Tata Ruang yang bakal dijadikan payung hukum proyek 17 pulau di Teluk Jakarta memang tengah dibahas DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.KPK menangkap M Sanusi, anggota DPRD DKI yang kala itu menjabat sebagai ketua Komisi D dan anggota Balegda. Dia menerima suap dari pihak swasta dalam hal ini Agung Podomoro Land sebesar Rp 2 miliar untuk memuluskan salah satu pasangan yakni kontribusi tambahan 15 persen yang dianggap memberatkan pengembang.Usai operasi tangkap tangan itu, KPK terus melakukan pengembangan. Tersangka juga diperiksa untuk menelusuri pihak lain yang terlibat.Lewat kuasa hukumnya, Sanusi menyebut ada orang dekat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlibat. Orang dekat yang dimaksud Sanusi adalah Sunny Tanuwidjaja.Sunny Tanuwidjaja disebut menjadi penghubung antara Sanusi dan pihak pengembang, PT Agung Podomoro Land."Nah, kerabat dekat DKI 1 itu yang akhirnya mengatur pertemuan Sanusi dengan Ariesman (Presdir Agung Podomoro Land). Adik ipar dia itu, Sunny," kata kuasa hukum Sanusi, Krisna Murti saat dihubungi, Selasa (5/4).Berdasarkan BAP kliennya, kata Krisna, Sunny bertugas sebagai koordinator antara pihak eksekutif, legislatif, dan pihak pengembang, yakni Agung Podomoro Land. Dalam hubungan itu, Sunny diduga sebagai perantara untuk mengubah kewajiban pengembang.Saat nama Sunny muncul ke publik, Ahok kaget. Dia sampai tiga kali meralat soal status Sunny di Pemprov DKI Jakarta.Awalnya, Ahok menyebut Sunny sebagai anak magang yang tengah menyelesaikan disertasi S3, di suatu universitas di luar negeri."Dia mau magang, kita enggak gaji dia, dia mau ketemu semua bos, mau berantem sama DPRD, dia mau tahu gaya politik Ahok bisa menang, enggak pakai duit lawan semua orang," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 7 April diberitakan Pukul 13.52 WIB.Ahok mengungkapkan, Sunny adalah sepupu dari istri Franky Oesman Widjaja, anak dari Eka Tjipta Widjaja, bos Sinar Mas. Hal itu diungkapkan Ahok untuk mengklarifikasi kabar yang menyebut Sunny sebagai cucu dari Eka.Mendadak dia meralat status Sunny setelah dicegah KPK. Katanya, Sunny teman biasa yang ikut kampanye sejak Pilgub DKI 2012. Menurutnya Sunny cukup pintar memberikan masukan dalam bilang politik."Saya kenal dia pertama 2009, dia minta waktu ketemu saya mau undang jadi pembicara di Amerika. Dia bilang terkesan karena saya yang bayarin waktu kita ketemu. Waktu itu kan saya DPR. Saya sama anak, masa suruh dia yang bayar. Gue yang bayar. Terus dia bilang, wah ni pejabat beda," terangnya."Terus dia undang saya ke Amerika, 2010 saya baru berangkat ke Amerika. Kembali, saya bilang mau cawagub DKI, dia pengen lihat. Saya sosialisasi ke kampung-kampung, dia ikut," sambung Ahok.Keesokan harinya dia kembali meralat. Barulah dia akui Sunny sebagai staf nya di luar struktur kepegawaian di pemprov."Saya tidak ada staf pribadi sebenarnya, tapi saya punya belasan staf. Sakti, Michael, Melva, dan lain-lain. Kalau Sakti mengurusi media, Sunny lebih banyak kasih advice politik karena dia CSIS (Center for Strategic and International Studies)," kata Ahok.Meski mengenal baik, dia mengklaim Sunny tak bisa mengaturnya. Apalagi terkait kebijakan yang diambil.Hampir sepekan nama Sunny menghiasi sejumlah pemberitaan karena disebut sebagai perantara suap, akhirnya pria berkacamata itu muncul. Dia menjelaskan segala Hal termasuk tuduhan sebagai perantara antara Ahok dan pengembang atau DPRD dan pengembang.Dia menyebut jauh sebelum ada dirinya pengembang memang sudah kenal dengan Sanusi. Artinya dia tak merasa sebagai perantara."Sebenarnya kalau antara pengusaha dengan DPRD, mereka sudah saling kenal kok. Bahkan lebih dulu sebelum ada saya. Sebelum saya kenal pengusahanya, sebelum kenal dengan DPRD-nya, mereka udah saling kenal. Misalkan kayak Pak Sanusi dan Pak Ariesman, itu setahu saya sejak 2004, Pak Sanusi kan sebelum DPRD pengusaha juga. Pernah ada kerja sama juga dengan Agung Podomoro Land (APL). Jadi memang hubungan mereka udah lama dan sebenarnya enggak perlu saya untuk kenal untuk bicara gitu," kata Sunny di Balai Kota DKI kemarin."Tapi kalau soal penghubung mereka dengan Pak Gub, iya. Karena mereka ingin kasih masukan, sungkan dengan Pak Ahok, enggak tahu timingnya kapan yang tepat, kadang-kadang via saya. Tapi kadang-kadang langsung juga," sambungnya.Ahok juga pernah meminta dirinya menjadwalkan pertemuan dengan sejumlah pengusaha. Salah satunya Aguan sebagai bos Agung Sedayu."Saya mengatur pertemuan dengan pelbagai macam pengusaha kok. Bukan ngatur loh ya, Pak Ahok bilang saya ingin ketemu dia, bisa dijadwalkan enggak? Atau pengusahanya bilang, saya mau ketemu Pak Ahok dijadwalkan bisa enggak? Sama mau Pak Aguan, Pak Trihatma, mau siapa pun enggak semua juga lewat saya, kadang-kadang bisa langsung, bisa lewat staf lain juga bisa. Tapi saya ngatur juga kadang-kadang kok. biasanya pengusaha-pengusaha itu persepsinya, 'Pak Gubernur itu dekat sama Pak Presiden bisa dimasukkan kepada Pak Presiden', mereka suka ngobrol dengan Pak Gubernur harapannya bisa sampai ke Pak Presiden gitu," beber dia.Soal suap menyuap Sanusi dan Agung Podomoro, Sunny menegaskan tak tahun."Enggak tahu, masa orang mau nyuap lapor-lapor saya dulu, ngapain lapor-lapor saya dulu," ungkapnya.

Rekomendasi