Tutur kata dianggap kasar, Ahok dinilai tak layak kembali pimpin DKI

Tutur kata Ahok dinilai mengajarkan anak-anak berkata kasar.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Tutur kata dianggap kasar, Ahok dinilai tak layak kembali pimpin DKI
Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Pengamat Sosial Politik Indonesia, Geisz Chalifah meminta warga DKI Jakarta untuk menghentikan langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali maju dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Menurutnya, Ahok bukan pemimpin yang baik bagi Islam."Orang yang muncul dengan kekasarannya. Maju menjadi pemimpin ibu kota tanpa Assalamualaikum dan mengajarkan anak-anak kita kata-kata yang kasar. Makanya umat Islam harus bersatu melawan Ahok," kata Geisz dalam sebuah diskusi publik bertajuk 'Jakarta Tanpa Ahok' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/3).Dia juga mempertanyakan eksistensi partai beraliansi Islam dalam mengaderisasi anggotanya sehingga saat Ahok menjadi gubernur tidak ada perlawanan yang berarti terhadap sikap dan perilakunya yang dinilainya menyimpang."Ke mana parpol Islam dan gerakan mahasiswa Islam? HMI, PMII dan yang lain. Ketika ada Ahok, baru semua bicara. Sebelumnya pada ke mana?" tegas aktivis Mer-C itu.Dia juga menilai bahwa opini publik yang berkembang saat ini, tampak menyudutkan umat Islam lantaran hanya memilih pemimpin berdasarkan pada keyakinan. Menurut dia, tidak ada kata rasisme dalam menentukan pilihan politik."Penentuan politik itu kan hak masing-masing dan dijamin Undang-undang. Kenapa kalau mau milih orang yang beragama sama terus dibilangnya rasis?" ucap dia."Kalau bangsa ini salah, balik lagi ke pasal sebelumnya bahwa Islam lah yang salah," tukasnya.Ia juga menuturkan, persepsi yang terjadi saat ini yaitu ada pasal di dalam Undang-undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa jika terjadi kesalahan dari bangsa ini, maka kesalahan itu merupakan kesalahan umat Islam.

Rekomendasi