Edi Sukardi, penjaga indekos tempat almarhum Akseyna Ahad Dori alias Ace, menolak dikaitkan dengan kematian mahasiswa jurusan Biologi Universitas Indonesia (UI) itu. Ace sebelumnya ditemukan tewas di Danau Kenangan UI.Edi mengaku sejak kasus ini mencuat, dirinya sudah berulang kali dipanggil ke Mapolda Metro Jaya, untuk dimintai keterangan. Saking seringnya, dia sampai merasa bosan dan lelah."Kemarin saya tantang, waktu ada bapaknya (Akseyna), bukan nantang sie. Kalau masih curiga saya, saya bilang ayo pak kita sumpah pocong aja," ujarnya ketika ditemui merdeka.com di Wisma Widya, di Jalan Kabel, Beji, Depok, Selasa (1/3).Dia menceritakan, kala itu reaksi keluarga Akseyna menanggapi sinis. Lucunya, meski berani sumpah pocong dia menolak disumpah Alquran."Bapaknya (Akseyna) jawab jangan begitu juga pak Edi. Kalau orang yang lain nuduh saya dia yang kena, kalau saya bohong saya yang kena. Polisinya bilang itu kalau orang salah suka begitu, saya nggak usah sumpah Al-quran, pocong ayu deh. Ini cobaan dari Allah," ujarnya."Kalau sumpah pocong, misal saya berbuat. Padahal saya ngaku nggak berbuat. Baru besok atau seminggu aja sudah bisa mati, jangan main-main kalau sumpah pocong," tegasnya.Meski bosan dimintai keterangan, Edi mengaku sabar. Dia berdalih sekaligus membantu polisi mengungkap kasus ini."Sebulan sekali dipanggil, padahal saya nggak ngerti. Capek saya. Jadi kita ini cobaan. Ya saya sabar aja," pungkasnya.
Tak terima dituduh bunuh Akseyna, penjaga kos siap sumpah pocong
"Sebulan sekali dipanggil, padahal saya nggak ngerti. Capek saya," kata Edi.
Rekomendasi