Ade Badak diyakini sebagai dalang pengeroyokan polisi dan informannya saat penggeledahan bandar narkoba di Kampung Berlan, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Dalam waktu lebih kurang empat hari, polisi berhasil melumpuhkan Ade Badak. Dia tewas ditembus 3 peluru yang bersarang di dadanya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto memaparkan kronologi perburuan yang diakhiri tewasnya Ade. Selama tiga hari, tim gabungan dari Reskrim Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya menyisir kawasan Berlan untuk memetakan sekaligus mencari saksi mahkota.
"Satu orang yang kita dapat sebagai saksi mahkota, kemudian kita dapat identifikasi sebanyak 12 pelaku," kata Eko di Polda Metro Jaya, Jumat (22/1).
Dari 12 terduga pelaku, ada 5 orang yang diidentifikasi membawa senjata tajam baik samurai maupun celurit kecil, golok dan belati. Bahkan ada informasi yang menyebutkan pelaku membawa senjata api. Tim gabungan mulai memburu pelaku.
Kemarin, Kamis (21/1) sekitar pukul 19.00-20.00 WIB, pihaknya mendapat informasi keberadaan salah satu terduga pelaku yang bernama Proozya Wijaya alias Ade Badak. "Lalu kita lakukan pengintaian," paparnya.
Saat itu Ade berada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Polisi membuntuti Ade hingga Cawang, Jakarta Timur. Di situ lah polisi menangkap Ade. Dua kali polisi mencoba memberhentikan motor yang dikendarai Ade. Tapi Ade mencoba melarikan diri dari hadangan polisi. Ternyata, Ade mengambil senjata tajam. Sesuai standar prosedur, keselamatan jiwa dan nyawa anggota diutamakan. Tindakan tegas diambil, tiga kali tembakan diarahkan ke Ade.
Tiga peluru mendarat di dada kiri Ade. Dia langsung tersungkur dan meninggal di lokasi kejadian.
"Saya datang, langsung diautopsi dokter. Untuk sampai saat ini masih proses oleh pihak Polres Jaktim, karena Polda Metro Jaya dalam hal ini sikapnya back up. Ini dikembalikan ke Polres Jaktim," tutup Eko.