Awal pekan ini warga pesisir Jakarta digegerkan dengan matinya jutaan ikan di bibir pantai Ancol, Senin (30/11). Ribuan bangkai ikan itu terdampar di pinggir pantai hingga menimbulkan bau tak sedap.Jenis ikan yang mati dan terdampar itu beragam. Mulai dari bandeng, belanak, kakap dan ikan ketang-ketang. Warga menduga kematian ikan itu disebabkan racun. Karena, sebelum ditemukan ribuan bangkai ikan, warga sempat melihat air partai Ancol berubah warnanya. Menurut warga sekitar pantai, kejadian serupa pernah terjadi dua tahun lalu.Dugaan jutaan ikan itu pada mati diperkuat dari penyelidikan petugas Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Metro Jaya. Hasil penyelidikan petugas ditemukan adanya cairan limbah di muara sungai lalu terbawa ke laut dan menyebabkan ikan mati."Diduga endapan limbah beracun di muara sungai yang terbawa ke laut," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditpolair Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Edi Guritno, Selasa (1/12) lalu.Edi mengaku belum mengetahui jenis limbah yang mematikan ribuan ikan itu. Namun petugas telah membawa sampel air laut dan ikan mati ke Laboratorium Perikanan Provinsi DKI Jakarta.Namun warga sekitar Muara Angke menduga kematian juta ikan itu bukan cuma karena racun limbah. Warga menduga penyebab jutaan ikan mati secara mendadak karena proyek reklamasi di Teluk Jakarta.Warga Teluk Jakarta pun berencana melakukan aksi demonstrasi untuk menolak rencana pembangunan proyek itu. Tidak main-main, 1.000 warga mengancam bakal menggelar aksi Rakyat Muara Angke Tolak Reklamasi Teluk Jakarta.
Advertisement
Proyek reklamasi sendiri merupakan proyek kawasan strategis Pantai Utara Jakarta terdiri dari 17 pulau. Reklamasi ini dinamakan pulau A sampai pulau Q. 17 pulau ini terbentang dari wilayah Jakarta Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sampai wilayah Jakarta Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi.Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menanggapi tudingan miring sejumlah pihak yang mengatakan bahwa matinya jutaan ikan di pinggiran pantai Ancol karena proyek reklamasi.Pria yang akrab disapa Ahok ini menegaskan bahwa proyek reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta itu telah memiliki izin dan payung hukum yang kuat dan jelas, yakni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta."Karena ini reklamasi 17 pulau, kamu dengar enggak waktu saya membacakan Raperda pesisir? Ini sudah ada kajian menteri LHK dari tahun 1995. Bahkan menentukan posisi pulau, jumlah pulau itu melalui kajian oleh pemerintah pusat. Bukan saya lho yang menentukan 17 pulau lho," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu kemarin.Dia bahkan mengklaim bahwa dalam rencana proyek tersebut, pihaknya juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Meski KKP juga menuding reklamasi adalah penyebab ikan-ikan itu mati."Termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan semua jelas. Kamu lihat aja pidato saya nanti diupload, ada diopen data kan," jelasnya.Mantan Bupati Belitung Timur ini mencoba membeberkan bahwa ikan-ikan beragam jenis yang mati itu hanya di kawasan pantai Ancol, sedangkan di daerah Teluk Jakarta kondisinya baik-baik saja.Ia menambahkan agar semua pihak menunggu hasil uji laboratorium dari sampel bangkai ikan dan air yang sedang diteliti Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia."Anda KKP kalau bilang perlawanan, mari duduk bareng. Terus saya tanya, yang di Teluk Jakarta mati enggak ikannya? Enggak. Yang mati kan yang di pantai nih. Yang kecil-kecil mati karena kekurangan oksigen. Ini kamu percaya sama LIPI enggak? Ini lembaga ilmu pengetahuan Indonesia loh, aku gak tau lagi deh. Kalau kita gak percaya lagi sama LIPI, lalu siapa yang mau dipercaya? Saya angkat tangan kalau gitu," tegasnya.