Lebih dari sepekan warga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, digegerkan penemuan Neng (9), mayat bocah dalam kardus. Polisi langsung bergerak cepat mencari pelaku atas kejadian itu.
Berbekal pelbagai bukti, Sabtu (10/10) sore, polisi akhirnya menetapkan Agus, tetangga korban, yang sebelumnya sudah dicurigai. Pelaku ternyata tega merenggut nyawa korban dengan sadis.
Agus diketahui merupakan seorang residivis dan paedofil. Dia tinggal sendiri di sebuah bedeng dekat rumah Neng. Meski sendiri, banyak anak-anak sering bermain di kediaman tersangka.
Polisi tidak mau gegabah dalam menetapkan Agus sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan setelah dua hari dirinya ditahan sebagai tersangka kasus pencabulan dan narkoba di sekitar tempat tinggal Neng.
Kecurigaan terhadap Agus muncul setelah sehari jenazah Neng ditemukan, polisi langsung mengerahkan anjing pelacak ke sekitar lokasi. Hasilnya, anjing tersebut mengarah ke warung yang juga menjadi tempat tinggal Agus. Dia pun diciduk sebagai saksi bersama sejumlah warga lainnya.
Lantaran belum cukup bukti untuk menjerat Agus, polisi sementara menetapkan pelaku sebagai tersangka kasus pencabulan yang menyebabkan seorang ABG berusia 14 tahun hamil dan menggugurkan kandungannya.
Polisi tidak puas sampai di situ. Perlahan tapi pasti, mereka akhirnya memastikan Agus terlibat pembunuhan Neng. Banyak bukti perkuat keterlibatan Agus.
Berikut merdeka.com merangkum bukti-bukti yang membuat Agus ditetapkan tersangka kasus pembunuhan Neng, Minggu (11/10):
Advertisement
Polda Metro Jaya perlu waktu berhari-hari untuk menetapkan Agus, residivis sekaligus pembunuh Neng. Melalui temuan kardus di rumah pelaku, akhirnya polisi mampu mengungkap tabir kematian bocah sembilan tahun itu.
Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krisna Murti mengungkapkan polisi menemukan kardus yang sama dengan kardus menyimpan mayat Neng di rumah Agus. Temuan itu tentu menguatkan dugaan polisi kepada pelaku yang tinggal dekat rumah Neng itu.
"Saat penemuan kardus di TKP (tempat kejadian perkara) sama dengan yang kita temukan di rumah Agus," ucapnya ketika jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10).
Dia melanjutkan, tidak hanya kardus untuk menyimpan jasad Neng yang ditemukan polisi. Pihaknya juga temukan kardus untuk menyimpan barang-barang milik Neng.
"Kardus yang sama itu bermerek SANQUA untuk menyimpan mayat Neng. Selain itu kami temukan juga kardus yang sama bermerek Teh Gelas untuk menyimpan barang-barang milik neng," ungkapnya.
Advertisement
Agus ditetapkan polisi sebagai tersangka pembunuhan Neng (9). Polda Metro Jaya perlu waktu lebih dari sepekan untuk menetapkannya, setelah mengambil sample dari kaos kaki yang terdapat di mulut korban.
Setelah diteliti melalui laboratorium forensik, kaos kaki tersebut ditemukan jaringan kulit mulut Agus. Sehingga menjadi bukti kuat untuk tetapkan Agus sebagai pembunuh Neng.
"Di kaos kaki tersebut ada epitel yang meninggalkan DNA, yang menggambarkan terduga pelaku AD," kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krisna Murti di Jakarta, Sabtu (10/10).
Advertisement
Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti memaparkan bahwa Neng dicabuli terlebih dahulu kemudian dibunuh.
"Sebelumnya Agus memberi penjelasan yang ngawur seperti orang yang pura-pura terhipnotis," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10)
Menurut pengakuan Agus, kata Krishna, pada saat pulang sekolah, Neng melintasi warung miliknya. "Lalu ia memanggil Neng untuk masuk ke dalam warung, setelah itu ia menyumpal mulut korban menggunakan kaos kaki dan diikat kabel charger HP," ujarnya.
Krishna juga menambahkan Agus membuka celana Neng dan memerkosanya. Masih belum puas, Agus melukai anus korban. "Agus menjerat leher korban menggunakan kabel listrik hingga meninggal dunia, kemudian kaki korban dilakban dengan badannya," tambahnya.
Dari pembunuhan itu, polisi menemukan bercak darah Neng di rumah pelaku dan sperma agus pada vagina korban. Setelah diteliti melalui laboratorium forensik, ternyata kedua bukti itu cocok.
"Akhirnya sperma yang bisa diangkat, yang tadinya sulit sudah 3 kali swap belum bisa, akhirnya swap yang keempat bisa memunculkan sperma itu," ujar Khrisna.