Pemprov DKI akan menertibkan semua kios-kios dan bangunan ilegal. Termasuk yang berdiri di atas saluran air atau fasilitas umum yang mengganggu publik, seperti trotoar dan jalanan."Saya udah tegaskan, pasar-pasar yang mengganggu saluran air, menyebabkan macet, atau model pasar tumpah ke jalan, itu harus dipindahkan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/9)."Mohon maaf tidak ada toleransi," katanya menambahkan.Ahok mengklaim sudah sangat paham bagaimana modus lapak-lapak PKL yang memakan badan jalan atau fasilitas umum itu secara teknis bermula. itu sebabnya, dia merasa tidak perlu ada kelonggaran lagi."Kami lihat 600-800 saluran itu sudah didudukin PKL dan sengaja dibuang sampah dan dijadikan kios-kios. Nah itu kami tidak toleransi, harus bongkar," pungkasnya.Sementara, untuk kios-kios yang tidak berada di atas saluran air atau yang tidak menutupi jalan, maka Pemprov DKI akan memberikan tempat relokasi yang layak untuk mereka berjualan. Namu, Ahok sendiri kerap mengakui, bahwa pihaknya memang tetap harus mengikuti prosedur yang ada, seperti menyertakan mekanisme Surat Peringatan Pertama hingga Ketiga, bahkan sampai tahap SPB (Surat Perintah Bongkar).
Tak ada toleransi lagi, Ahok bakal sikat semua kios buat got mampet
Kemarin, pedagang Pasar Karang Anyar protes karena akan dibongkar Ahok.