Sejak menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, sudah tak terhitung berapa kali Basuki Tjahaja Purnama merotasi bawahannya. Bahkan, mereka yang sudah menjabat sebagai kepala dinas sekalipun tak membuat Ahok, sapaan Basuki, sungkan untuk mencopotnya.Ahok selalu beralasan mutasi dan pen-staff-an sejumlah PNS karena birokrasi di Pemprov yang terlalu gemuk. Jumlah pegawai yang banyak tak sebanding dengan kinerja mereka.Itu sebabnya, Ahok berpikir memangkas PNS yang performa kinerjanya tidak terlalu menonjol. Dia mau, anak buah yang bekerja cepat, jujur dan tanggung jawab."Dulu CPNS pasti jadi PNS, sekarang nanti dulu. Kalau kelakuan ngaco kami pecat! Sekarang Jakarta sudah berubah. Dulu jadi PNS pasti bersyukur, pesta, nanti dulu pestanya," kata Ahok, beberapa waktu lalu.Hari Jumat ini Ahok menjadwalkan kembali merotasi posisi sejumlah pejabat DKI. Siapa saja mereka?
Advertisement
Kamis kemarin Ahok menegaskan ada 3 orang yang bakal dirotasi. Padahal sebulan sebelumnya, Ahok baru saja memutasi sejumlah kepala dinas.Untuk tiga orang yang dirotasi, Ahok sudah memastikan salah satunya Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Sotar Harahap. Sotar dicopot Ahok karena tak memberikan salinan analisa Badan Pemeriksa Keuangan soal APBD 2014 pada Pemprov DKI Jakarta.Analisa BPK tersebut pula yang membuat hubungan Ahok dengan badan pemeriksa keuangan itu tegang. Karena laporan BPK menyebut APB DKI Jakarta 2014 mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian akibat pembelian lahan RS Sumber Waras untuk pembangunan rumah sakit kanker."Salah satunya Sekwan DPRD DKI (Ahmad Sotar Harahap). Kami lagi evaluasi siapa bisa gantikan Sekwan," ujar Ahok di Balai Kota DKI, kemarin.Selain karena hal itu, Ahok juga sempat menyebut nama Sotar, terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum PNS DKI pada lahan parkir di basement gedung DPRD DKI Jakarta."Ya bisa memang gara-gara laporan BPK kemarin, bisa urusan KUAPPAS, bisa urusan parkiran, macam-macam lah. Pokoknya salah satu Asisten Sekda (akan diganti)," ujar Ahok.Ahok berharap semua PNS bekerja sesuai tupoksi. Bila tidak mereka akan mengalami nasib yang sama seperti sejumlah PNS yang sudah dimutasi.
Advertisement
Bahkan Ahok mengancam akan kembali melakukan rotasi besar-besaran seperti awal tahun ini. Cara ini dilakukan karena dirinya tak mau lagi ada ruang untuk PNS yang coba-coba korupsi.Ahok menjelaskan, bagi pegawai yang dinilai memiliki kinerja prima, jika tidak dilantik dalam waktu dekat, maka mereka akan mengikuti perombakan pada Januari-Februari 2016 mendatang."Enggak bisa buat besok, bisanya buat Januari-Februari. Nanti begitu dapat yang bagus-bagus, mungkin Januari-Februari kita cuci gudang," tambahnya."Jadi kalau ada PNS yang enggak jelas dan malas, tidak kita naikkan. Tapi semua staff yang bagus, kita naikkan. Jadi yang tidak nyolong aja kita usahakan. Akan kasih pensiun aja kok. Tapi kalau nyolong, sudah diberikan kesempatan, langsung dipecat aja, itu lebih baik," pungkasnya.