Marak jaringan WNA di lingkungan warga, Ahok semprot RT/RW tak becus

"RT RW yang enggak kuat kita mau keluarin, mau ganti," tegas Ahok.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Marak jaringan WNA di lingkungan warga, Ahok semprot RT/RW tak becus
Penggerebekan 29 WNA Tiongkok di Pondok Indah. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Sebulan terakhir, polisi menangkap puluhan warga negara asing (WNA) China dan Taiwan dari sejumlah rumah di kawasan elite Jakarta. Mereka diketahui jaringan penipuan online yang bekerja dari Indonesia.Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menilai maraknya kelompok WNA pelaku penipuan yang tinggal di perumahan warga membuktikan lemahnya pengawasan RT dan RW. Padahal, katanya, keberadaan RT dan RW sudah diperkuat dengan diterbitkannya peraturan gubernur."Makanya fungsi RT RW harus kuat. Kita sudah bikin pergub RT RW yang enggak kuat kita mau keluarin, mau ganti, tetapi juga mesti partisipasi masyarakat," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Selasa (26/5).Tapi Ahok mengaku sering menemukan beberapa kendala di lingkungan warga soal RT dan RW. Banyak yang tak bersedia menjadi kepala lingkungan di tempat tinggalnya. "Masyarakat sekarang juga males jadi RW atau jadi RT makanya kita fokuskan di lurah. Lurah harus kuat. Tapi lurah kita ya sudah cukup kerja keras, ada beberapa yang masih kurang," sambung dia.Sebelumnya, aparat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 31 warga negara asing (WNA) asal China dan Taiwan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Minggu (24/5) malam. WNA tersebut ditangkap di dua hotel berbeda.Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (25/5), sebanyak 20 orang di Hotel G dan 11 orang lainnya di Hotel F. Kedua hotel tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan penggerebekan sebuah rumah di kawasan elite Pondok Indah pada Minggu.

Rekomendasi