Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjanjikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) untuk bulan Januari akan dibayarkan sore tadi. Namun pada kenyataannya, masih ada beberapa pihak belum menerimanya.Padahal pencairan sudah dilakukan sejak siang hari oleh Bank DKI. Pantauan merdeka.com, beberapa PNS DKI tengah mengantre di mesin ATM Bank DKI di Balai Kota DKI Jakarta. Tujuan mereka mengecek kelanjutan pembayaran gaji pokok yang terlambat selama 7 hari.Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Suprayogi baru saja meninggalkan mesin ATM. Namun, harapannya gaji sudah masuk ke rekeningnya pun pupus. Sebab gaji yang dijanjikan belum juga masuk."Kalau punya saya belum turun? Tapi komandan saya sudah. Makanya saya cek, ternyata belum," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/1).Namun nasib berbeda dirasakan salah seorang PNS DKI yang mengenakan batik. Dia mengungkapkan, gajinya sudah turun. Namun kabar yang beredar di kalangan PNS DKI, dia melanjutkan, pencairan gaji memang tidak bisa dibayarkan pada hari ini sepenuhnya."Iya punya saya sudah turun. Memang ada yang belum. Infonya ada yang sekarang dan besok. Tapi semua sudah diproses di Bank DKI," terang PNS DKI yang tidak ingin disebutkan namanya.Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah memanggil Bank DKI untuk pencairan gaji PNS DKI. Rencananya siang atau sore tadi gaji Januari 2015 akan ditransfer ke rekening masing-masing PNS. Sedangkan pembayaran tunjangan akan dilakukan pertengahan bulan."Tadi saya sudah panggil Dirut Bank DKI untuk segera mencairkan gaji pokok. Sabar saja kalau tidak siang ya sore ini pasti masuk ke rekening masing-masing. Kan jumlah pegawainya puluhan ribu," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/1).Dia mengungkapkan, sebesar Rp 241,339 miliar dicairkan untuk membayar gaji selama bulan, dan belum termasuk tunjangan istri dan anak. Sebab total pegawai DKI Jakarta saat ini ada 70.049 orang. Sementara tunjangan istri diberikan kepada 51.396 orang dan 62.178 anak."Tunjangan jabatan kemungkinan akan dirapel bulan Februari," jelas Heru.Mantan wali kota Jakarta Utara ini mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji adalah hal yang biasa. Sebab baru saja terjadi perombakan jabatan secara massal, sehingga perlu dilakukan pencocokan data."Inikan hanya terlambat tiga atau empat hari saja. Tidak sampai satu bulan. PNS DKI itu manja," katanya.
Belum semua PNS DKI terima gaji
Padahal pencairan sudah dilakukan sejak siang hari oleh Bank DKI.
Advertisement
Rekomendasi