Soal penggunaan voorijder, Ahok dan Djarot berbeda

Ahok menilai pengawal bermotor ini hanya memperparah kemacetan di Jakarta.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Soal penggunaan voorijder, Ahok dan Djarot berbeda
Ahok lantik Djarot Saiful jadi Wakil Gubernur DKI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggalakan tidak menggunakan voorijder. Dia menilai pengawal bermotor ini hanya memperparah kemacetan di Jakarta. Namun, arahan ini tidak digubris oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Saat datang ke Balai Kota DKI Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB, dia menggunakan pengawal motor di depan mobil dinasnya.Sementara itu, terhitung sejak Selasa (11/11), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tidak lagi diizinkan menyediakan voorijder atau mobil pengawal kepada gubernur dan seluruh pejabat di lingkungan Pemprov DKI.Pengawal yang selama ini bertugas di bagian voorijder dipindahkan ke bagian pengendalian arus lalu lintas. Agar mampu bekerja optimal, Ahok mengimbau pengawal vooridjer menggunakan aplikasi Google Waze saat bertugas karena Pemprov sudah menjalin mitra dengan Google untuk memantau kondisi arus lalu lintas."Petugas Dishub DKI itu jangan naik motor saja, tapi pantau arus kemacetan lalu lintas pakai waze. Lihat mana yang merah (macet)," ujar Ahok.Ia juga mengaku kecewa dengan kinerja pegawai Dishub DKI yang rendah. Ia kerap menemukan petugas tidak ada di pos jaga masing-masing."Petugas Dishub DKI hanya bertugas saat kita (pejabat) datang. Kalau sudah pergi ya dia (petugas) pergi lagi, ya macet lagi kan," katanya dengan nada tinggi.Untuk itu, lanjut Ahok, tidak akan mengizinkan petugas Dishub DKI mengawal wali kota atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI. Mantan bupati Belitung Timur ini akan mendukung penuh penugasan pengawal vooridjer ke pemantauan arus lalu lintas, mengawal ambulans dan pemadam kebakaran.

Rekomendasi