Momen bulan puasa nampaknya masih dimanfaatkan sejumlah orang untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin dengan berbagai cara di ibu kota, salah satunya yaitu di wilayah Jakarta Selatan. Pada Ramadan 2014, sebanyak 190 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terjaring razia yang dilakukan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan."Ini menurun dari tahun lalu, pada 2013 kemarin kita menjaring 250 PMKS," ujar Kasie Penertiban Sudin Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda disela-sela razia PMKS di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (4/8).Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi dengan kemungkinan adanya peningkatan PMKS seiring dengan banyaknya para pendatang yang menyerbu ibu kota. Untuk itu, pihaknya juga menempatkan petugas di sejumlah titik yang menjadi lokasi 'favorit' para PMKS di Jakarta Selatan."Kebanyakan di lampu merah, perempatan yang terkena macet sampai pasar tradisional," tandasnya.Sebanyak 190 pengemis tersebut, lanjut Miftahul, berasal dari daerah Brebes, Jawa Tengah, Karawang dan Subang, serta Jawa Barat."Kalau pengemis buta kebanyakan dari Cianjur," jelasnya.Selain melakukan razia, pihaknya juga telah melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan apapun kepada mereka. Sebab, dengan adanya pemberian akan membuat mereka merasa diperhatikan dan malah mengundang teman sekampung untuk datang dan mengemis di Jakarta.Sementara itu, dari hasil razia yang dilakukan pada Senin (4/8) ini telah dijaring tujuh PMKS yang beroperasi di wilayah Jakarta Selatan."Mereka kami jaring sedang beroperasi, yaitu mengemis di pinggir jalan," tukasnya.190 PMKS tersebut sendiri saat ini sudah dibawa ke panti sosial Pasar Rebo, Jakarta Timur. Mereka yang terjaring nantinya akan dibina di Penampungan milik Dinas Sosial DKI Jakarta.
Selama Ramadan, Dinsos Jaksel jaring 190 PMKS
Sebanyak 190 pengemis tersebut berasal dari daerah Brebes, Jawa Tengah, Karawang, Subang, serta Jawa Barat.
Rekomendasi