Ada permainan politik dalam kasus pengadaan bus Transjakarta

Arbi mengatakan mantan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono sengaja menyeret nama Jokowi dalam kasus tersebut.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Ada permainan politik dalam kasus pengadaan bus Transjakarta
Bus Transjakarta baru. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pengamat Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit menduga adanya permainan politik dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta yang mengarah pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), yang saat ini maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden mendatang."Ada permainan politik di balik pembentukan opini bahwa Jokowi terlibat kasus tersebut. Jadi saat ini ada upaya menyerang Jokowi dengan kampanye hitam," ujar Arbi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (24/5).Padahal, lanjut Arbi, Jaksa Agung Basrief Arief telah menyatakan bahwa Jokowi tidak terlibat dalam kasus koruspi pengadaan bus Transjakarta tersebut. Selama ini, segelintir orang berupaya menyeret Jokowi dalam kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta.Arbi menambahkan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono sengaja menyeret nama Jokowi dalam kasus tersebut. Menurut Arbi, Udar sengaja menyeret nama Jokowi dalam kasus korupsi bus Transjakarta karena memang ingin mengorbankan mantan bosnya yang sedang maju dalam pemilu presiden."Lagunya Udar sama seperti koruptor lain, selalu melempar tanggung jawab ke atas. Padahal dia sudah diberikan kewenangan. Udar itu seperti maling teriak maling," kata Arbi.Di sisi lain, Arbi menilai, Udar telah dimanfaatkan juga oleh lawan politik Jokowi untuk menjatuhkan nama baik kandidat presiden yang diusung empat partai itu di mata masyarakat."Saya melihatnya lebih mengarah ke sana. Ini terjadi karena pertarungan menjelang pemilu presiden semakin keras," pungkas Arbi.

Rekomendasi